Kades Adodo Fordata Dan Kaur Pemerintahan, Aniaya Seorang Perempuan Yang Sudah Menikah,Peran Bendahara Provokasi Masa

by -7 views
by

SAUMLAKI,N25NEWS.id-Estepanus Warwuru, Kepala Desa (Kades) Adodo, dan Kaur Pemerintahan, Chiken Werluka, diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang perempuan yang telah bersuami.

Sementara peran Bendahara Desa, Sriyanti Walun, memprovokasi warga lainnya untuk melakukan upaya penganiaya dan kekerasan pula,Minggu, (3/8/2025).

Setelah menerima informasi dari korban Sari Talutu/Bormasa, yang saat itu dianiaya oleh Kepala Desa dan Kaur Pemerintahan.

Perilakuan Kades dan Kaur Pemerintahan, serta Bendahara, ini, jelas menunjukkan arogansi serta berlaga preman di Desa Adodo, Kecamatan Fordata.

Dikrtahui korban Sari Talutu/Luturmas, adalah anak nikah dari bapak Rufus Talutu, dan Welmina Luturmas, keduanya almarhum.

Rufus Talutu (Desa Adodo) Welmina Luturmas, (Desa Arma), hubungan perkawinan tersebut dikaruniai tiga orang anak, yakni Kostantinus Talutu, Alexander Talutu, dan Sari Talutu, yang menikah dengan pria asal Desa Ayahnya Adodo.

Keluarga besar dari Sari Talutu/Bormasa, yang ada di Desa Arma, mengecam perlakuan Kepala Desa, Kaur Pemerintahan, dan Bendahara.

Untuk itu diminta kepada pihak Kepolisian Sektor Kecamatan Fordata, segera mengambil tindakan perihal dimaksud.

Jika, hal ini dibiarkan, dikahwatirkan akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, serta terjadinya potensi konflik antara desa.

Keluarga besar yang berada di Desa Arma, meminta kepada Kapolres Kepulauan Tanimbar, memerintahkan kepada Kapolsek Fordata, untuk menindak lanjuti permasalahan penganiayaan, yang dilakukan oleh Kepala Desa dan Kaur Pemerintahan Desa Adodo, dan upaya provokasi masa oleh Bendahara Desa itu.

Kekerasan terhadap perempuan kerap kali terjadi, biasanya banyak dijumpai, dan dilakukan oleh suami, namun kali ini penganiayaan dan kekerasan yang terjadi dilakukan oleh sang Kepala Desa, Kaur Pemerintahan, dan Bendahara Desa.

Hal ini agar tidak dibiarkan terjadi, dan tidak perlu menjadi kebiasaan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Reporter : JM

Editor     : Aris Wuarbanaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *