SULI,N25NEWS.id-Kerja nyata seorang pemimpin tidak cukup cuma melalui ucapan saja, tetapi bukti nyata diwujudkan melalui tindakannya.Hal inilah yang berikan Raja Negeri Suli, Habel Suitella, dengan sigap turun langsung membantu warganya yang mengalami musibah banjir akibat luapan Kali Wayari di Dusun Wainusalaut Negeri Suli.Bukti nyata kecintaan Raja Negri Suli terhadap Warganya
Musibah yang terjadi beberapa hari kemarin mengakibatkan permukiman warga terendam akibat luapan kali Wayari, sehingga mengakibatkan kerusakan parah pada lima Rumah, yakni dua keluarga Hutubesy, satu keluarga Tuhehai, satu keluarga Matruty, dan satu keluarga Titarsole.
Peristiwa yang terjadi tersebut bukan baru pertama kali, namun sudah berulang kali dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, namun belum juga mendapatkan penanganan serius dari pemerintah kabupaten, maupun provinsi, sehingga kejadian penutupan jalan oleh masyarakat saat terjadi banjir itu dilakukan secara spontanitas, yang bertujuan agar pemerintah provinsi dan kabupaten bisa melihat penderitaan yang dialami oleh masyarakat yang ada di seputaran kali Wayari Negeri Suli.
Setelah kejadian kemarin raja beserta staf negeri juga masyarakat Negri Suli terjun langsung ke lokasi bencana, dan langsung bertindak cepat.
Dalam upaya penanganan darurat, raja Habel Suitella mengambil langkah cepat dengan meminjam alat berat (eksavator) dari perusahaan lokal, Paris Jaya, milik Carlos Frans.
Untuk diketahui,pemerintah negeri menanggung seluruh biaya operasional, mulai dari BBM, makan, minum, hingga kebutuhan yang diperlukan oleh operator alat. Penanganan awal dilakukan secara swadaya tanpa campur tangan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.
Tidak hanya itu, pemerintah negeri juga memberikan bantuan langsung kepada keluarga Matruty yang rumahnya rusak berat dengan memberi tumpangan pada sebuah rumah untuk ditempati sementara, meskipun kondisi tersebut belum layak huni, karena belum ada pintu dan jendela.
Namun demikian, Suitela dengan hati yang mulia memerintahkan untuk segera lakukan pemasangan pintu jendela agar, keluarga tersebut dapat tinggal dengan aman dan layak.
Dikatakan juga,pemerintah negeri telah menangani pemindahan satu buah kuburan yang berada dihalam rumah keluarga Matruty untuk dipindahkan ke lokasi pemakaman umum.
Pemerintah Negeri juga menanggung semua biaya, mulai dari peti jenazah, sampai pada proses pemakaman.”Hal ini dilakukan atas bentuk kepedulian serta tanggung jawab kami sebagai pemimpin, karena tidak bisa menunggu janji-janji yang belum tentu datang,”ujar Habel.
Ditambahkan pula,pihaknya sangat kecewa terhadap pemerintah kabupaten dan provinsi yang hingga kini belum menunjukkan langkah konkret, sehingga aksi penutupan jalan oleh warga di kali Wayari, hal ini dilakukan sebagai bentuk protes dan seruan agar pemerintah lebih peka terhadap kondisi yang mereka alami.
“Perlu diketahui juga,kami dari pemerintah negeri sudah layangkan surat ke BPBD, Bupati, Balai Sungai, serta Dinas PU, dan mereka datang hanya melihat saja, tetapi tidak ada tindakan lanjutan,”tandas Suitella.
Ditambahkan juga, kalau kejadian pertama kali tanggal 26 Juni, Wakil Bupati Maluku Tengah sempat datang ke lokasi, tetapi setelah Wakil Bupati kembali, tidak ada lagi tindak lanjutan sama sekali.
Meski begitu, pemerintah provinsi melalui Dinas Sosial telah memberikan bantuan kepada warga terdampak berupa makanan siap saji, selimut, perlengkapan bayi, dan kebutuhan dasar lainnya. Pemerintah Negeri Suli masih menunggu bantuan tambahan dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah hingga kini belum menunjukkan perhatian serius terhadap kejadian ini, padahal Negeri Suli merupakan salah satu daerah yang ada di Kabupaten Maluku Tengah.
Raja Suli berharap, agar pemerintah provinsi dan kabupaten tidak lagi menunggu musibah terjadi baru bergerak.
Ia menegaskan, perlunya pembangunan talut atau bronjong permanen di sepanjang kali Wayari untuk mencegah bencana susulan,
Jangan sampai nanti banjir besar baru semua panik, Sudah saatnya lakukan pencegahan dari sekarang sebelum musibah kembali terjadi kepada masyarakat.
Ditengah penanganan yang sedang berjalan, Raja Negeri Suli juga mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membangun rumah di bantaran kali atau sungai. Menurutnya, kejadian ini harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.
“Ini musibah alam, jangan saling menyalahkan. Tapi mari ambil hikmah dari kejadian ini. Jangan lagi bangun rumah di bantaran kali, Kita harus belajar dari pengalaman pahit ini,”ujar Suitella.
Pemerintah Negri Suli turut mengapresiasi keterlibatan aparat TNI dan Polri, termasuk Bhabinkamtibmas, Polsek Salahutu, serta Danramil Salahutu, yang turut membantu proses evakuasi dan penanganan di lapangan.
Suitella berharap ada perhatian serius dari Bupati Maluku Tengah agar turun langsung ke lokasi kejadian untuk melihat sendiri kondisi yang terjadi, Jangan wakil saja yang datang setelah itu menghilang.
“Kami juga minta agar, Dinas Sosial kabupaten dan BPBD bisa turun bantu masyarakat, dengan memberikan bantuan rumah layak huni bagi warga yang rumahnya telah hanyut tersapu banjir,” pungkas Suitella.(Eten)