Kondisi PDAM KKT Memperihatinkan,Diduga Kurang Mampunya SDM, Ataukah Kesengajaan

by -5 views
by

SAUMLAKI,N25NEWS.id-Perusahaan Daerah Air Minum, (PDAM) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), diduga mengerikan.Persoalannya, PDAM mengalami masalah distribusi air selama kurang lebih satu bulan.

Dimana,ketidakjelasan ini menimbulkan pertanyaan, apakah ini karena kurangnya kemampuan SDM, atau adanya unsur kesengajaan.

Hal ini diduga mulai dari pimpinan hingga bawaannya, kekurangan kemampuan SDM.Kompetensi yang kurang, kompetensi, kemampuan Sumber Daya Manusia, merupakan hal yang penting dalam mendukung capaian dan sasaran organisasi.Lalu jika SDM di PDAM KKT, tidak memiliki ketrampilan yang memadai, dipastikan kesulitan mengelola dan mengatasi masalah yang muncul.

Hal ini di buktikan dengan sudah memasuki sebulan, tidak adanya distribusi air alias tidak jalan sama sekali, sementara pembayaran perbulan melonjak hingga Rp. 500.000-600.000, ini yang dialami salah satu rumah kontrak beralamat jalan poros, seberang kantor kementrian agama, dengan nama pelanggan, Stanislaus Batbual.

Pertanyaan yang muncul apakah hal ini bisa dikatakan kurangnya mampu SDM yang ada di PDAM ataukah adanya unsur kesengajaan ?.

Jika dugaan kurang mampunya SDM, dipastikan investasi dalam perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur yang sangat penting untuk memastikan distribusi air, ini diduga tidak dipahami dengan benar. Ada juga penertiban taping ilegal, ini perlu tindakan tegas terhadap taping ilegal harus dilakukan untuk mengurangi kehilangan air dan memastikan keadilan dalam distribusi air, jika hal ini tidak dilakukan, terdapat hampa dan dugaan tersebut bsa benar, terkait kurang mampu SDM di tubuh PDAM Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Fakta, kurangnya distribusi air yang di alami salah satu pelanggan yang beralamat telah disebutkan diatas. Yang mana rumah tersebut dikontrak mengalami kekurangan air, dapat disebutkan dalam satu bulan air hanya jalan sekali, namun pembayarannya melonjak hingga Rp. 500.000-600.000, coba dibayangkan, hal ini diduga ada permainan atau faktor kesengajaan. Terkait dengan hal tersebut, penghuni rumah kontrak tersebut telah berupaya menghubungi pihak PDAM, namun tidak ada perubahan, namun yang terjadi air tidak jalan, tiap bulan harus membayar jumlah yang telah disebutkan.

Yang terjadi saat ini, mulai tanggal 24 Juli 2025-06 Agustus 2025, dini hari PDAM belum juga bisa mengalirkan air ke rumah kontrak tersebut, sesungguhnya ada kendala apa lagi yang belum bisa diselesaikan PDAM, belum ada jawaban yang pasti setelah dihubungi berulang kali.

Dengan memahami berbagai faktor yang mungkin menjadi penyebab masalah PDAM, diharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memperbaiki kinerja PDAM dan memastikan ketersediaan air bagi masyarakat, bukan fokusnya ke pengusiran warga dari perumahan Bomaki.(JM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *