Damanik Kukuhkan Pangdam XVI Pattimura Sebagai Bapak Asuh Stunting Maluku

by -20 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Saat ini program percepatan penurunan stunting menjadi salah satu program prioritas nasional.Pasalnya,angka stunting masih relatif tinggi,dibandingkan dengan kebijakan yang ditetapkan WHO yakni setiap negara maksimal 20 persen,sedangkan Indonesia rata-rata 24 persen.

Hal tersebut dikatakan Deputi Bidang Pelatihan,Penelitian dan Pengembangan BKKBN RI,Prof.drh.M. Rizal Martua Damanik,MRep.Sc,PhD,kepada awak media disela-sela Kegiatan pengukuhan Pangdam XVI Pattimura sebagai Bapak Asuh Stunting Maluku,yang berlangsung di Makorem Batu Gajah Ambon,Rabu (2/11/2022).

Lebih lanjut menurut Damanik,untuk mengatasi persoalan stunting yang memiliki persoalan yang multi komplek (faktor) tidak hanya satu sektor yang mengatasinya,seperti hanya libatkan sektor dari kesehatan atau BKKBN saja.Namun,butuh kerjasama (keroyokan) dari berbagai sektor atau konfergensi,yang memiliki tujuan mempercepat penurunan stunting.

“Atasi penurunan stunting ini tentu kita keroyok secara bersama-sama dan itu tidak hanya tugas pemerintah dan swasta,tapi juga dengan masyarakat,media, instansi terkait termasuk TNI,”ungkap Damanik.

Selain itu,kata Damanik persoalan stunting harus mendapat tekanan serius dan keras, olehnya program dari BKKBN mendapat respon positif dari Pangdam XVI/Pattimura dan jajarannya,maka tentu harus di syukuri,sehingga pendekatan ini membuahkan hasil yakni Pangdam diangkat menjadi Bapak Asuh Stunting untuk Provinsi Maluku.

“Kita bersyukur karena Pangdam XVI/Pattimura menindaklanjutinya dengan mengukuhkan para komandan Resort (Korem), Lantamal IX Halong Ambon dan Lanud Pattimura Ambon,”ujarnya Damanik.

Dijelaskannya lagi,ada dua faktor masalah stunting,yakni masalah spesifik dan sensitif.Artinya, spesifik itu berlangsung kepada individunya.Misalkan secara spesifik itu, individu yang kurangan makanan yang bergizi dan mengalami anemia.

Sedangkan masalah sensitive lebih pada sarana seperti air bersih yang masih di konsumsi masyarakat,namun masih belum memenuhi standar.

Hal ini juga diperparah lagi dengan Provinsi Maluku yang terdiri dari berbagai pulau,dimana secara geografis daerah yang berbukit-bukit,sehingga untuk mendapatkan air bersih banyak sekali tantangan.Olehnya,dengan adanya dukungan dari TNI maka upaya-upaya percepatan penurunan stunting itu bisa dilakukan.

“Menghadapi persoalan diatas kita memilih TNI guna memuluskan program percepatan penurunan stunting di Maluku,karena kita tau TNI memiliki satuan-satuan atau unit-unit yang ada di pelosok-pelosok dan desa-desa,”paparnya.

Selain itu, dari BKKBN memiliki Tim Pendamping Keluarga,Bidan,Penyuluh dan PKK yang juga sampai ke masyarakat bahwa,maupun di desa-desa,serta mendapat dukungan dari Babinsa serta kepolisian.”Dan ini semua dalam rangka  bagaimana kita ada sinergitas,berkonfergensi,memiliki pemahaman yang sama untuk mempercepat penurunan stunting,”jelasnya.

Sementara itu, Pangdam XVI/Pattimura,Mayor Jenderal TNI Ruruh Aris Setyawibawa, S.E., M.M,mengatakan, program percepatan penurunan stunting adalah program pemerintah yang tidak ada tawar menawar,namun harus disukseskan.Mengingat,penanganan stunting ini dampaknya begitu besar.

Dikatakannya,mendapat kepercayaan dari pemerintah,tentunya akan menjadi tantangan dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Maluku.

Angka stunting di Provinsi Maluku saat berada di angka 28,70 persen diatas rata-rata nasional yang sebesar 24,4 persen.

“Hal ini merupakan cambuk bagi kita untuk bekerja cepat menurunkan prevalensi stunting di Maluku,”ucap Pangdam.

Oleh karena itu, generasi muda harus disiapkan sejak dini,karena sebagai generasi penerus adalah tulang punggung bangsa dan negara.Tentu tugas ini harus secara integral dengan melibatkan semua pihak.

“Jadi bukan saja BKKBN,tetapi kami akan mengajak masyarakat untuk mensukseskan program ini dan saya sudah instruksikan ke satuan-satuan di bawa,karena masalah stunting bukan hanya dari atasan AD (Panglima TNI),namun juga dari Presiden,maka tentu harus di sukseskan sampai rentang kendali kebawa,”tuturnya.

Adapun,Pangdam XVI/Pattimura secara tegas akan mendukung program yang lidernya adalah BKKBN.

“Untuk itu,saya meminta dan berharap kita akan support program ini,baik dari Danrem, Dandim,Danramil hingga Babinsa kita harus bantu secara maksimal,”tandas Mayjen TNI Ruruh Aris Setyawibawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *