SAUMLAKI, N25NEWS.id-Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Suara Pemuda Tanimbar menggelar aksi demonstrasi besar bertajuk “Boikot Ground Breaking INPEX Masela”, Kamis (9/4/2026).
Adapun,aksi yang melibatkan organisasi seperti ALTAR, KNPI, dan FCBT ini berlangsung di dua titik, yakni depan kantor Bupati dan kantor Perwakilan INPEX di Saumlaki, dan berjalan kondusif.
Aksi di kantor Bupati,perwakilan massa diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) bersama Kasat Satpol PP. Dalam pertemuan tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kesiapan pemerintah daerah dalam menyambut Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela.
Adapun, tuntutan yang disampaikan antara lain :
Pemerintah daerah diminta berperan aktif sebagai tuan rumah dalam seluruh proses persiapan proyek.
Pemda tidak melakukan intervensi berlebihan yang tidak tepat sasaran.
Adanya kesiapan matang dalam penyerapan tenaga kerja lokal.
Perubahan pola pikir masyarakat di wilayah Ring 1 ke arah penguatan ekonomi berbasis UMKM.
Mendesak penyelesaian seluruh persoalan lahan masyarakat sebelum pelaksanaan ground breaking.
Menanggapi hal tersebut, pihak Sekda menyampaikan,pada prinsipnya aspirasi yang disampaikan sejalan dengan langkah yang tengah dilakukan pemerintah daerah.Namun,diakui terdapat kekurangan komunikasi karena selama ini aktivitas Pemda lebih banyak dilakukan secara internal atau silent.
Sementara itu, aksi di kantor Perwakilan INPEX Corporation di kawasan Bukit Villa menyoroti kurangnya keterbukaan pihak perusahaan dalam menyampaikan informasi terkait proyek Blok Masela.
Beberapa poin tuntutan yang disampaikan massa meliputi :
Keterbukaan informasi publik terkait tahapan proyek yang dinilai masih belum jelas.
Minimnya saluran komunikasi antara pihak INPEX dan masyarakat.
Distribusi program CSR yang dianggap tidak merata, khususnya di bidang pendidikan dan kepemudaan.
Proses rekrutmen tenaga kerja yang dinilai tidak transparan dan berpotensi praktik KKN.
Pembatasan akses informasi yang hanya diberikan kepada pihak-pihak tertentu.
Massa juga menyoroti ketimpangan bantuan pendidikan, di mana sebagian besar dinilai hanya terfokus pada lembaga tertentu, sementara institusi lain di Saumlaki belum mendapat perhatian yang seimbang.
Pihak manajemen INPEX yang menerima audiensi menyatakan terbuka terhadap seluruh aspirasi yang disampaikan.
Perwakilan INPEX, Dian, menegaskan,pihaknya akan menindaklanjuti berbagai masukan tersebut.
“Prinsipnya, aksi ini menjadi masukan bagi kami untuk memperbaiki hal-hal yang dirasa masih kurang, khususnya dalam komunikasi dan pelibatan pemuda,” ujarnya.
Aksi ini menjadi bentuk kontrol sosial dari pemuda Tanimbar terhadap pelaksanaan proyek strategis nasional, sekaligus dorongan agar seluruh proses berjalan transparan, adil, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.
Penulis : Jams Masela (Kepala Biro Saumlaki)
Editor : Aris Wuarbanaran