SAUMLAKI,N25NEWS.id-Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon didampingi Sekda,asisten I dan II beserta, beberapa pimpinan SKPD,melakukan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki, di Bomaki, Minggu (1/5/2022).
Adapun,kunjungan ke Lapas Kelas III Saumlaki tersebut dalam rangka buka puasa atau Bukber bersama warga binaan di Lapas tersebut.
Dalam kunjungan itu, Bupati dan rombongan disambut oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Saumlaki, Lekatompessy bersama staf dan jajarannya.
Lekatompessy dalam laporannya, mengatakan,kunjungan Bupati, dan rombongan ke Lapas Saumlaki ini,membuktikan adanya kepedulian pemerintah daerah terhadap warga binaan.Olehnya,patut diberikan apresiasi kepada orang nomor satu di Kepulauan Tanimbar itu.
Selain itu, Lekatompessy menjelaskan tentang kondisi Lapas Kelas III Saumlaki,serta jumlah penghuni Lapas.Untuk sekarang Lapas tersebut terdapat 182 orang warga binaan.Dengan kapasitas Lapas 200, masih kurang 20 lagi.
Diketahui,Lapas III Saumlaki menduduki peringkat ketiga jumlah warga binaan terbanyak di provinsi Maluku.Sedangkan yang pertama Lapas Ambon, dengan jumlah 400 lebih.Sementara yang peringkat kedua adalah Rutan Ambon, 200 lebih.
“Selama kurang lebih 2 tahun, saya berada di Lapas Saumlaki dan Lapas ini dalam kondisi yang baik dan aman.Itu semua, tidak terlepas dari pimpinan dan arahan, masukan, serta dukungan Pemda Kabupaten Kepulauan Tanimbar,”akuinya.
Dijelaskannya,dalam melaksanakan tugas sesuai dengan undang-undangdan peraturan Kemenkumham RI, untuk melakukan pembinaan terhadap warga binaan, berdasarkan sistem kelembagaan, dan cara membina, dalam sistim peradilan pidana.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar,Petrus Fatlolon, SH.MH,sebalum memberikan sambutannya,Bupati mengucapkan, selamat menunaikan Ibadah Puasa, bagi warga binaan Lapas Kelas III Saumlaki.
“Pada kesempatan ini, perkenankan saya menyampaikan, selamat memasuki Hari Raya Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi,”ujar Bupati.
Bupati mengenang pertama kali dirinya berkunjung ke Lapas.Dimana saat itu,Kalapas, baru pertama kali menjabat, namun setelah kunjungan hari ini,ia melihat perubahan yang signifikan.Hal ini,menunjukan bahwa, Kalapas, tidak diam, dengan kondisi internal Lapas, namun Kalapas, terus berbenah, baik itu, yang menyangkut infrastruktur, maupun menyangkut dengan pembinaan.
Menurutnya jika dilihat lebih rinci kasus, per kasus, sebagamana disampaikan Kalapas, sebagian besar adalah kasus kekerasan seksual terhadap anak, dibawah umur.
Oleh karena itu, dirinya menghimbau, kepada warga binaan agar kiranya, menjadikan pengalaman hidup, yang pahit itu menjadi sebuah cambuk yang berarti untuk berbenah.
Sehingga kedepan, diharapkan untuk warga binaan bisa menjadi, motor-motor penggerak, untuk pencegahan, kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur.
“Untuk itu,saya berharap warga setelah bebas, dan bisa bergabung dengan keluarga, kembali kepada masyarakat, dapat menjadi motivator, kepada warga masyarakat, lingkungan dimana kita berada, agar hal seperti, yang pernah dialami, tidak dilakukan oleh orang lain lagi,”tandasnya.
Reporter : JIAS