SAUMLAKI,N25NEWS.id-Berdasarkan laporan terkini per April 2026, Satuan Radar (Satrad) 308 Saumlaki di Kepulauan Tanimbar sedang menjadi sorotan tajam.
Hal ini menyusul munculnya laporan mengenai benda tak dikenal yang melintas cepat di langit Saumlaki pada Sabtu malam, 11 April 2026 sekitar pukul 22.00 WIT.
Perlu diketahui,alat pemantau yang dioperasionalkan adalah jenis Radar Master T, buatan pabrik Thales Raytheon, Prancis.
Penggelaran radar canggih ini bertujuan strategis untuk menutupi wilayah udara Indonesia bagian Timur, berfungsi sebagai mata dan telinga sistem pertahanan nasional,serta sarana deteksi dini dan intersepsi.
Secara teknis, radar ini memiliki jangkauan pantau hingga 240 Nautical Mile (Nm) dan terintegrasi dengan jaringan lain, yaitu Radar Thomson TRS 2215 R Satrad 241 Buraen (NTT) serta Radar Master T Satrad 243 Tanjung Warari (Timika), sehingga terjadi overlapping atau tumpang tindih pantauan untuk memastikan tidak ada celah pengawasan.
Kewenangan Dipertanyakan di Tengah Situasi Genting.
Kewenangan dan kinerja Satrad 308 Saumlaki kini semakin dipertanyakan publik, apalagi mengingat situasi dunia saat ini yang sedang dalam kondisi kritis, dimana sejumlah negara besar tengah terlibat konflik dan perang terbuka.
Kondisi ini seharusnya meningkatkan kewaspadaan maksimal, namun justru memicu kegelisahan karena respons yang muncul dinilai tidak sesuai harapan.
Fakta bahwa objek tersebut terlihat jelas oleh mata telanjang warga justru memunculkan pertanyaan besar,apakah sistem radar secanggih ini benar-benar menangkap sinyal tersebut pada waktu kejadian?.
Jika sudah terdeteksi, mengapa identitas dan penjelasannya belum disampaikan secara resmi?.
Sikap apatis, yang
membingungkan publik
semakin mengecewakan.
Selain itu,Satrad 308 Saumlaki dinilai bersikap apatis dan seolah menutup mata terhadap fenomena benda misterius tersebut.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang memuaskan, sehingga masyarakat dibiarkan dalam ketidakpastian dan berbagai spekulasi yang membingungkan.
Muncul pertanyaan kritis,untuk apa pengadaan Alat Utama Sistem.
Persenjataan (Alutsista) semahal itu, jika informasi yang dihasilkan justru ditutup-tutupi? Ingatlah bahwa setiap sen dana yang digunakan berasal dari uang rakyat, sehingga masyarakat selaku pemilik negara berhak mendapatkan kepastian, bukan dibiarkan dalam ketakutan.
Publik minta KASAU evaluasi besar-besaran.
Merespons dugaan kelemahan dan sikap apatis ini, muncul desakan keras dari berbagai pihak agar Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) segera melakukan evaluasi besar-besaran terhadap kinerja Satrad 308 Saumlaki.
Evaluasi ini dinilai sangat penting untuk menelusuri apa yang sebenarnya terjadi, mulai dari kondisi teknis alat, kesiapan personel, hingga prosedur operasional yang berjalan, agar ke depannya sistem pertahanan di wilayah timur ini benar-benar bekerja maksimal dan transparan.(JM)