Syauta Heran Terhadap Sikap Dispora Maluku Pentingkan Pembangunan Fisik Dari Pada Masa Depan Olahraga

by -95 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Sekretaris KNPI Maluku Almindes Falantino Syauta memberikan interupsi keras kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Maluku.Pasalnya,ia heran dengan sikap Dispora yang lebih mementingkan pembangunan fisik gedung dan tidak memprioritaskan masa depan olahraga,serta kepemudaan di Maluku.

“Kita dibuat bertanya-tanya dengan anggaran olahraga,di kala putra-putri Maluku yang bertanding pada event-event nasional,seringkali menjerit dalam tirani.Ketika tempat tinggal tidak difasilitasi,uang makan-minum tidak dijamin dengan baik dan lainnya,”Syauta kepada N25NEWS,belum lama ini.

Putra Sirisori Sarane ini juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Kadispora Maluku,Sandy Wattimena yang digadang-gadang menjadi calon Walikota Ambon di Tahun 2024 kedepan.

“Sungguhlah berdasar saya menyampaikan rasa kecewa dikarenakan pada sisi lainnya dunia kepemudaan Maluku ini dibuat pengkotak-kotakan atau dikotomi dalam ruang segregasi politik,”ujarnya.

“Pernah pada beberapa waktu yang lampau,kami diperhadapkan oleh Kadispora yang seakan-akan hendak mengadu domba ruang KNPI Provinsi Maluku,dengan mencari legitimasi pada pertemuan di ruang rapat Dispora Provinsi Maluku,”kata Syauta menambahkan.

Menurutnya tak elok seorang Kepala Dinas yang harusnya mengatur pola birokrasi pada ruang eksekutif,Menaruh bara api bagi keberlangsungan ekosistem kepemudaan.

Dilanjutkan pula oleh Almindes, adapun dugaan dunia kepemudaan Maluku dibuat terpecah-belah seperti ini agar dapat mensikronisasi kepentingan penguasa untuk mengamankan segala macam kebusukan di lingkup pemerintahan Provinsi Maluku.

Dalam Percakapan wartawan dengan Almindes Falantino syauta, sempat menyinggung dengan beredarnya kabar bahwa Kadispora Provinsi Maluku Sandy Wattimena Yang digadang-gadang ada dalam Bursa Walikota Ambon Periode 2024-2029.

Dia berseloroh “kalaupun Sandy Wattimena mau mencalonkan diri selaku Walikota Ambon,harus tanya Tuhan yang dia imani.

“Ingatlah menjadi pemimpin itu adalah pelayan umat dan masyarakat,sejak awal kalaupun dirinya masih menjadi “Budak pada ketiak penguasa” apa yang mau dibuat ketika menjadi seorang pemimpin,”tutur mantan Ketua GMKI Cabang Ambon tersebut.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *