AMBON,N25NEWS.id-Tahun 2024 ditargetkan seluruh kabupaten/kota yang ada di Maluku akan dibangun minimal satu Sekolah Lansia (SL).
Hal ini dikatakan Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga IV/e (Pembina Utama),Nopian Andusti,SE.,MT,kepada N25NEWS,pada sela-sela meresmikan Sekolah Lansia di Kabupaten Buru,Kamis (23/2).
Lebih lanjut menurutnya,pembentukan SL lebih banyak akan semakin bagus.Pasalanya,kuota lansia semakin bertambah hal itu terlihat satu kelas sampai 20 orang lansia.
“Karena yang mendaftar itu banyak,tapi kita batasi,sebab kita uji coba untuk satu kelas.Nanti kita kembangkan beberapa kelas agar bisa bisa menampung animo para lansia,”ujarnya.
Dikatakan lagi, pihaknya tentu akan melaunching sekolah-sekolah lansia.Hal ini dilakukan karena pendidikan pada SL, dilakukan pendekatan belajar seumur hidup,tetapi polanya bukan seperti pendidikan formal, namun yang dilakukan adalah informal.
“Jadi kalau boleh saya katakan SL adalah sekolah yang menggembirakan bagi para lansia,karena di SL lansia tidak kesepian, mereka bisa saling curhat.Selain itu,di SL mereka diberikan pemahaman bagaimana cara merawat kesehatan,”paparnya.
Dijelaskan lagi,pada SL sistem pembelajarannya dilakukan hanya satu kali pertemuan setiap bulan (12 kali) dan tentu diakhir semua semester akan dilakukan wisuda.
Selain itu,kata dia pendidikan di SL tidak berat, mereka lebih banyak dibimbing untuk bagaimana membangkitkan kemampuan mereka yang selama ini tersimpan.
Jadi intinya SL adalah sekolah yang membahagiakan para lansia untuk menjadi lansia yang smart.Dimana, smart ini adalah sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat.
“Itu yang kita inginkan,agar lansia bisa menjadi lansia yang tangguh,”tandasnya.
Ditambahkannya,lansia harus smart untuk menghadapi tantangan kedepan.Sekarang ini saja angka lansia 11,77 persen.Olehnya,lansia harus siap untuk memasuki bonus demografi.
“Oleh karena itu,lansia yang banyak ini harus kita berikan perhatian penuh,karena jika tidak ini menjadi tantangan.Tapi kita berharap ini akan menjadi peluang,sebab kita lihat di luar negeri lansia masih produktif,”pungkasnya.(**)