Pelestarian Budaya Tenun Tanimbar Melalui Muatan Lokal Di Sekolah

by -4 views
by

SAUMLAKI,N25NEWS.id-Pelajaran muatan lokal menenun tenun Tanimbar merupakan upaya strategis melestarikan kekayaan budaya Kepulauan Tanimbar,Maluku, dengan mengintegrasikan keterampilan tradisional ke kurikulum sekolah. Pendekatan ini menjaga warisan leluhur seperti kain Bakan atau Tais Pepete dari ancaman kepunahan akibat globalisasi.

Makna dan Pewarisan Budaya

Tenun ikat Tanimbar sarat simbol dengan motif anggrek, burung, ular, dan buaya yang mencerminkan filosofi hidup lokal; perempuan muda diajarkannya sebagai syarat kematangan pranikah. Pewarisan terjadi di rumah (ibu-anak), sekolah (guru-murid), dan balai desa, meski jumlah pengrajin menurun karena pergeseran dari adat ke ekonomi.

Program Pembelajaran di Sekolah

Program bertahap: mulai gulung benang, ikat motif, celup pewarna alami, hingga tenun dasar; siswa kelas menengah buat kain sederhana. Model input-proses-output melibatkan edukasi budaya, praktik 40 jam pelajaran kolaboratif sekolah-desa, hasilkan siswa mahir berpotensi ekonomi.

Kendala Utama

Rendahnya minat siswa: tak sadar nilai ekonomi/filosofis, proses lama picu bosan di era modern.Fasilitas: alat rusak/terbatas, bahan langka di Tanimbar terpencil, minim teknologi.Guru/orang tua: motivasi lemah, monitoring minim, pergeseran makna adat.

Solusi Tingkatkan Minat

1.Metode interaktif: permainan, role play, proyek motif Bakan terkait cerita lokal.
2.Motivasi: pujian/sertifikat, pameran ekonomi, libatkan orang tua observasi pengrajin.
3.Personal: bimbingan individu, lomba/ekstrakurikuler, video pewarnaan alami.

Integrasi Lintas Mata Pelajaran

Upaya ini ciptakan regenerasi budaya holistik, ubah tantangan jadi peluang ekonomi berkelanjutan.

Sumber : Sakti Education

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *