AMBON, N25NEWS.id – Kondisi udara Kota Ambon yang saat ini diliputi kabut asap mendorong Dinas Kesehatan Kota Ambon meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan.
Puskesmas dan rumah sakit diminta memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya kasus gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang kurang baik.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Jhon Norimarna, menyampaikan hal tersebut di Balai Kota Ambon, Senin (12/10/2026).
Menurut Norimarna, seluruh Puskesmas harus tetap siap memberikan pelayanan apabila terjadi peningkatan jumlah warga yang membutuhkan penanganan medis.
“Semua Puskesmas tetap disiapkan. Kita harus mengeluarkan surat edaran kepada Puskesmas maupun rumah sakit agar melakukan pemantauan dan mengawasi peningkatan kasus,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kesiapsiagaan tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan menjadi perhatian penting di tengah kondisi udara yang dirasakan kurang baik. Pemantauan diperlukan agar potensi peningkatan gangguan kesehatan dapat diketahui dan ditangani secara tepat.
Selain kesiapan tenaga medis dan pelayanan, Dinas Kesehatan Kota Ambon juga menaruh perhatian pada ketersediaan oksigen di setiap Puskesmas.
Norimarna meminta seluruh Puskesmas memastikan kesiapan oksigen serta melakukan pemantauan secara berkala. Langkah ini diperlukan agar fasilitas kesehatan dapat merespons kebutuhan pasien apabila muncul dampak kesehatan yang memerlukan penanganan medis.
“Yang pasti, setiap Puskesmas, oksigen siap. Oksigen tetap siap dan tetap dipantau sehingga apabila ada kebutuhan, Puskesmas sebagai unit pelayanan dapat menanganinya,” jelasnya.
Kesiapsiagaan tersebut diharapkan memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan ketika membutuhkan pertolongan, terutama selama kondisi udara Kota Ambon belum membaik.
Sebagai langkah perlindungan bagi masyarakat, Pemerintah Kota Ambon juga merencanakan pembagian masker kepada para pelajar di sejumlah sekolah.
Norimarna mengatakan, pembagian masker akan berlangsung dalam rentang enam hingga dua belas hari ke depan.
“Pembagian masker berlangsung dalam rentang enam hingga dua belas hari ke depan ke sekolah-sekolah,” ujarnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap kondisi yang sedang dihadapi masyarakat, khususnya kelompok yang beraktivitas di luar ruangan.
Di tengah kondisi udara yang diliputi kabut asap, kesiapan fasilitas kesehatan dan upaya perlindungan masyarakat menjadi penting. Namun, pemantauan kualitas udara serta penyampaian informasi yang jelas kepada warga juga diperlukan agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan sesuai kondisi yang berkembang.
Dinas Kesehatan berharap seluruh fasilitas pelayanan kesehatan tetap waspada dan mampu memberikan pelayanan secara optimal apabila terjadi peningkatan kebutuhan penanganan kesehatan akibat kondisi udara di Kota Ambon.(**)