Anak-anak SD Negeri 1 Hative Besar Warnai Festival Amboina Hawaian Band, Regenerasi Musik Daerah Jadi Sorotan

by
by

AMBON,N25NEWS.id  – Panggung Festival Amboina Hawaian Band Competition yang selama ini identik dengan penampilan orang dewasa, menghadirkan warna berbeda pada pelaksanaan 30 Oktober 2026. Kali ini, anak-anak SD Negeri 1 Hative Besar, Kota Ambon, ikut tampil memperkenalkan musik Hawaiian kepada generasi seusia mereka.

Kehadiran para siswa tersebut bukan sekadar menambah variasi penampilan dalam festival, tetapi juga menjadi gambaran bahwa pelestarian musik daerah perlu dimulai sejak usia dini.

Pelatih Hawaian Band sekaligus guru SD Negeri 1 Hative Besar Ambon, Denny Maelissa, mengatakan musik daerah harus terus dilestarikan dengan melibatkan generasi muda, termasuk anak-anak sekolah dasar.

Menurutnya, musik Hawaian tidak boleh hanya dikenal dan dimainkan oleh kalangan orang dewasa. Anak-anak juga perlu diberikan kesempatan untuk mengenal, memahami, dan mempelajari musik tersebut agar keberlangsungannya tetap terjaga.

“Musik Hawaian harus dipahami anak-anak sejak usia dini. Jangan sampai musik ini hanya dimainkan dan dikenal oleh orang-orang tua saja,” ungkap Denny.

Ia menilai, keterlibatan siswa dalam festival menjadi salah satu langkah memperkenalkan kekayaan musik daerah kepada generasi penerus sekaligus membangun kecintaan mereka terhadap warisan budaya.

Deni berharap, upaya memperkenalkan musik Hawaian tidak berhenti pada penampilan dalam festival. Ke depan, ia berencana terus mengembangkan pembelajaran musik Hawaian di sekolah-sekolah, baik di Kota Ambon maupun di luar Ambon.

Dengan demikian, semakin banyak anak yang memiliki kesempatan untuk belajar dan memainkan musik Hawaian.

Baginya, pelestarian musik daerah tidak cukup hanya dengan menggelar festival.

Harus ada regenerasi pemain melalui lingkungan pendidikan agar musik tradisional tetap hidup dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Penampilan siswa SD Negeri 1 Hative Besar menjadi pengingat bahwa masa depan musik daerah tidak hanya bergantung pada mereka yang selama ini mempertahankannya, tetapi juga pada seberapa besar ruang yang diberikan kepada generasi muda untuk mengenal dan meneruskannya.

Editor. : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *