AMBON,N25NEWS.id-Mollucan Jukulele Leaders (MJL) terus berupaya mengsosialisasikan dan memperkenalkan kembali musik tradisional Jukulele kepada masyarakat Maluku terutama anak-anak usia dini,dengan mengunjungi langsung komunitas-komunitas Jukulele yang ada di Maluku.
Kali ini MJL mengunjungi komunitas Jukulele yang ada di Negeri Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon yaitu Yakarima Jukulele.
Kedangan Moluccan Jukulele Leaders ini di sambut dengan suka cita yang luar biasa.Selain itu,
kedatangan MJL ke komunitas-komunitas Jukulele ini menunjukan bahwa melestarikan budaya bukan saja menjadi tugas Pemerintah saja namun menjadi tugas semua pihak.
Walson Parera salah satu koordinator MJL dan juga sebagai pelatih mengatakan,kunjungan MJL ke komunitas Yakarima Jukulele di Negeri Hutumuri guna melihat sejauh mana perkembangan musik tradisional Jukulele yang ada di Hutumuri.
“Kami salut dengan perkembangan anak-anak di komunitas Yakarima Jukulele.Pasalnya mereka sangat bersemangat dan juga mereka sudah bisa menguasai kunci-kunci nada Jukulele dengan baik,”ujar Walson Parera,Jumat (2/5/2023).
Menurutnya MJL melihat bahwa antusias anak-anak untuk belajar Jukulele yang merupakan musik tradisional asli dari Maluku ini,menjadi kebanggaan tersendiri bagi MJL maupun komunitas Jukulele di Hutumuri.
“Olehnya,saya sangat ingin anak-anak di bisa lebih semangat lagi untuk berlatih,serta menularkannya kepada teman-teman mereka di tempat lain,”kata Walson Parera.
Pada kesempatan yang sama juga Rony Thenu pelatih Jukulele Yakarima Hutumuri menyampaikan terima kasih kepada MJL yang sudah boleh mengunjungi Yakarima Jukulele di Hutumuri.
Menurutnya alat musik tradisional Jukulele merupakan aset pribadi yang Tuhan anugerahkan kepada orang Maluku.Dimana, Jukulele juga sangat berdampak positif bagi generasi muda.Pasalnya, Jukulele membentuk karakter anak-anak menjadi pribadi yang memiliki moral baik untuk keluarga maupun masyarakat.
“Saya sangat bangga karena dengan Jukulele anak-anak bisa berkesempatan tampil di event-event,”paparnya.
Adapun, komunitas Yakarima Jukulele Hutumuri sekarang memiliki personil sebanyak 40-50 orang anak dari sebelumnya hanya 7 orang.Selain itu,karena antusias mereka yang tinggi terhadap Jukulele,sehingga memiliki Jukulele sendiri dan itupun karena juga dorongan dari orang tua anak-anak.
“Oleh karena itu, kedepannya lewat Jukulele dapat perbaiki karakter mereka untuk untuk menjadi anak-anak yang berguna bagi negeri mereka,daerah ini dan Indonesia umumnya,”tandasnya.
Sementara itu, Aurelia yang biasa dipanggil Ona salah satu anggota Yakarima Jukulele Hutumuri mengatakan,awalnya ia masih malu-malu,tetapi kebersamaan bersama mereka dan Jukulele untuk mendorong Ona menjadi karakter dan pribadi yang pemberani.
“Adik-adik ini yang mendorong saya untuk bisa berani dan sekarang saya bisa memimpin mereka saat mengisi acara (nyanyi) di gereja,”paparnya.
“Untuk itu,saya berpesan kepada generasi muda mari kita belajar Jukulele , karena Jukulele akan membawa dampak positif bagi kami dan adik-adik lainnya,”pungkas Ona.
Editor : Aris Wuarbanaran