BURU,N25NEWS.id-Tahun 2019 stunting di Provinsi Maluku ada pada angka 34,1 persen, sehingga sulit untuk kedepan bisa mempersiapkan anak-anak Maluku menjadi generasi muda yang cerdas, pintar dan bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Hal ini dikatakan Duta Perangi Stunting (Parenting) Provinsi Maluku,Widya Pratiwi Murad,saat mendampingi Gubernur Maluku Murad Ismail dalam kunjunga kerja ke Kabupaten Buru, tepatnya di Kecamatan Airbuaya dan Fenaleisela, Minggu (7/5/2023).
Menurutnya,untuk pencegahan stunting harus dimulai dari usia remaja putri, dimana sudah harus menjaga kesehatan diri dan mengonsumsi tablet tambah darah, kemudian setelah dinyatakan hamil perlu dijaga di masa kehamilan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan rajin ke posyandu, setelah itu saat anak lahir wajib diberikan asi ekslusif 6 untuk menjaga ketahanan tubuh anak dan rajin ke posyandu, serta hingga usia 2 tahun anak harus dijaga kesehatannya dan diberikan imunisasi.
“Selaku duta parenting saya sangat peduli dan memperhatikan kondisi anak-anak ataupun ibu yang ada di Maluku, yang terlihat dengan kunjungannya pada lokus stunting di 11 kabupaten kota,”ujarnya.
“Kalau bukan katong siapa lagi yang peduli dengan anak-anak kita, kalau bukan sekarang kapan lagi?”tambah Widya
Ia juga menyampaikan selain makanan sehat dan bergizi, lingkungan yang bersih juga menjadi salah satu faktor untuk mencegah stunting.
“Stunting harus dicegah karena mengancam anak-anak kita, yang menyebabkan IQ anak di bwah rata-rata, sehingga nanti anak anak kita kasihan karena tidak bisa bersaing di masa-masa yang akan datang,”jelasnya.
“Untuk itu,saya mengajak semua pihak yang hadir pada kegiatan ini, untuk mari kita sama-sama Potong Pele Stunting,”tandasnya.
Sebagai informasi,pada kesempatan itu juga turut diserahkan bantuan oaket makanan tambahan bagi balita stunting, paket bantuan untuk Balita stunting, dokumen administrasi kependudukan berupa akte kelahiran dan Kartu Identitas Anak, paket antropometri, 5 paket anakan pala, Bantuan Langsung Tunai untuk 2 desa.
Serta bantuan Program Keluarga Harapan kepada Kecamatan Airbuaya sebanyak 695 orang, Peduli Maluku 100 paket sembako, bantuan emergency 50 paket dan bantuan 10.000 standing pouch produk ekonomi kreatif dan pariwisata di Kabupaten Buru.
Kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi, bersama masyarakat desa Waemange dan sholat ashar.(**)