AMBON,N25NEWS.id-Mollucan Jukulele Leaders (MJL) kembali melaksanakan programnya yakni “Jukulele Masuk Sekolah”dan kali sekolah yang dikunjungi adalah SMA Negeri 5 Lateri, Kecamatan Baguala,Kota Ambon.
Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum SMA Negeri 5 Lateri Ambon,Maria Domatubun mengatakan,mata pelajaran (Mapel) seni dan budaya pada SMA Negeri 5 Lateri khususnya kesenian lebih menonjolkan musik etnik atau musik tradisional Jukulele.
“Kami lebih menonjolkan musik tradisional Jukulele,karena tujuannya kita adalah nenghidupkan ciri khas Kota Ambon sebagai kota musik,”ungkap Maria Domatubun kepada N25NEWS.id,Sabtu (21/1/2023).
Dikatakannya,pihak sekolah telah memasukan Jukulele sebagai program ekstrakolkuler,dimana hal itu dilakukan guna menghilangkan kebiasaan anak-anak dari pengaruh gedget.
Adapun,anggaran untuk pengadaan Jukulele berasal dari bantuan pemerintah yakni dana BOPP.Dimana,fasilitas yang disediakan bukan hanya Jukulele,namun alat musik tradisional lainnya seperti Suling Bambu, Hawaien dan Totobuang.
Diketahui,pada SMA Negeri 5 Lateri Ambon juga memiliki sanggar yang bernama Sanggar Arika.
“Saya punya keinginan Jukulele dapat berkembang dan karena itu,kami sangat butuh adanya sponsor,agar dapat mengembangkan kreativitas anak-anak di group Jukulele SMA Negeri 5 Lateri Ambon,”pintanya.
Dikesempatan yang sama,Pelatih musik SMA Negeri 5 Lateri Ambon,Arnold Alvin Rangotwat mengatakan,masuknya Jukulele di SMA Negeri 5 telah sesuai dengan program pada sekolah ini yakni peningkatan kreativitas siswa yaitu dengan program ekstrakurikuler.
“Jadi program ekstrakurikuler ini kami buka untuk siswa-siswi yang berminat untuk meningkatkan potensi dalam bidang musik,salah satunya musik etnik,”ujar Alvin.
Diakuinya, group Jukulele di SMA Negeri 5 Lateri Ambon memang baru 4 bulan dibentuk,namun group Jukulele ini sudah mengikuti beberapa Iven dan karnaval.Selain group Jukulele,ada juga group Totobuang,Suling Bambu dan Hawaian.
“Kami juga memiliki laboratorium seni yang terlengkap di Maluku.Selain itu,kami juga punya rencana ingin membentuk musik orkestra dengan alat musik utamanya Suling Bambu,”jelasnya.
Di SMA Negeri 5 Lateri Ambon ada 80 siswa-siswi yang ikut bermain Jukulele.Dan ini merupakan representatif yang paling banyak untuk kalangan anak-anak SMA.
“Biasanya kami berlatih satu sampai dua kali pada hari Sabtu dan kami juga melakukan festival di kalangan kami sendiri.Hal itu kami lakukan untuk menyiapkan mentalitas anak-anak dalam menghadapi iven-iven daerah maupun nasional,”ucapnya.
Sedangkan salah satu Leaders MJL,Nicho Tulalessy mengatakan kunjungan ke SMA Negeri 5 Lateri Ambon,guna menambah skill bermain Jukulele.
Menurutnya, MJL sangat mengapresiasi niat dari SMA Negeri 5 Lateri Ambon dalam perhatian dan pengembangan Jukulele.Olehnya,semangat ini menjadi sebuah langkah maju dalam pengembangan musik etnik khususnya Jukulele.
“Saya berharap sekolah-sekolah lain juga bisa mencontohi apa yang dilakukan di SMA Negeri 5 Lateri Ambon.Dimana,secara luar biasa sekolah berperan aktif dalam menyediakan alat-alat musik untuk anak-anak,”tandasnya.
Sementara itu,Ella Werinussa,salah satu siswi SMA Negeri 5 Lateri Ambon mengatakan bahwa dirinya sangat senang dan bangga karena bisa bermain Jukulele.
“Untuk itu,saya berharap dengan bermain Jukulele saya bisa mengembangkan minat dan bakat,serta saya dapat tampil pada acara-acara di daerah maupun nasional,karena itu saya punya kebanggaan tersendiri,”pungkasnya.(**)