ASC dan UMKM Azael Collection Bawa Seni Budaya Maluku ke Festival Indonesia 2026 di Melbourne

by
by

MELBOURNE, AUSTRALIA – N25NEWS.id – Festival Indonesia (FI) 2026 di Melbourne, Australia, menjadi peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pegiat seni budaya Maluku untuk memperluas jaringan kerja sama dan membuka akses pasar internasional.

Dalam festival tahunan yang didukung Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Melbourne tersebut, tim ASC bersama UMKM Azael Collection hadir untuk mengikuti sejumlah agenda, mulai dari pertemuan bisnis business-to-business (B2B), kegiatan perdagangan, hingga pentas seni dan budaya.

Sebelum mengikuti rangkaian kegiatan festival, tim Maluku yang dipimpin Ketua ASC, Nico Tulalessy, bertemu dengan Konsul Jenderal RI di Melbourne, Yohanes Djatmiko, pada Rabu (21/10/2026), di kantor KJRI Melbourne.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab itu membahas peluang kerja sama bisnis dan kebudayaan, sekaligus pentingnya membangun hubungan antara pelaku usaha dan masyarakat Indonesia di Australia.

Yohanes Djatmiko menyampaikan terima kasih kepada tim Maluku yang telah hadir untuk mendukung kesuksesan Festival Indonesia 2026.

Menurutnya, festival ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi terbentuknya berbagai kerja sama, baik di bidang bisnis maupun kebudayaan. KJRI Melbourne, kata dia, akan terus memberikan dukungan terhadap upaya memperluas hubungan tersebut.

Sementara itu, Ketua ASC Nico Tulalessy menyampaikan rencana untuk memperkuat people-to-people contact atau hubungan antarmasyarakat antara Maluku dan Negara Bagian Victoria, khususnya Kota Melbourne.

Menurut Nico, hubungan tersebut perlu dibangun secara berkelanjutan melalui seni dan budaya, sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM Maluku untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar Australia.

Partisipasi dalam Festival Indonesia 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga kesempatan untuk membangun jejaring, menjajaki kemitraan, dan memperluas peluang usaha bagi produk lokal Maluku.

Nico sendiri dijadwalkan tampil bersama grup Jukulele Maluku Basudara Melbourne pada Sabtu (24/10/2026), sebagai bagian dari upaya memperkenalkan musik dan identitas budaya Maluku kepada masyarakat di Australia.

UMKM Maluku Butuh Dukungan untuk Menembus Pasar Internasional
Keikutsertaan Azael Collection bersama ASC turut menunjukkan bahwa UMKM daerah memiliki peluang untuk berkembang melalui kegiatan promosi dan pertemuan bisnis lintas negara.

Namun, peluang tersebut membutuhkan dukungan yang berkelanjutan agar keikutsertaan pelaku usaha tidak berhenti pada partisipasi dalam festival, tetapi dapat berkembang menjadi kemitraan dan transaksi bisnis yang nyata.

Nico berharap Pemerintah Daerah Maluku dapat memberikan dukungan kepada lebih banyak UMKM agar berkesempatan mengikuti kegiatan serupa di luar negeri.

Dengan dukungan tersebut, pelaku usaha lokal diharapkan mampu memperkenalkan produknya ke pasar internasional, memperluas jaringan pemasaran, dan meningkatkan peluang pertumbuhan ekonomi daerah.

Bagi Maluku, Festival Indonesia 2026 bukan hanya tentang memperkenalkan seni dan budaya ke panggung internasional.

Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan kekayaan budaya, kreativitas pelaku usaha, dan peluang pasar yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Editor : Redaksi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *