SAUMLAKI,N25NEWS.id-Prestasi Juara II Umum berhasil ditorehkan kontingen Kempo Kepulauan Tanimbar, namun di balik piala yang dibawa pulang, terselip persoalan serius mengenai dukungan pembiayaan dan perhatian terhadap para atlet.
Berdasarkan keterangan pihak Kempo KKT, keberangkatan kontingen disebut tidak sepenuhnya ditopang pemerintah daerah maupun KONI KKT, melainkan turut mengandalkan organisasi, orang tua atlet, serta donatur. Bahkan, terdapat keluarga atlet yang disebut harus mengupayakan biaya secara mandiri, meski informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Di atas matras, para atlet membuktikan kemampuan dan membawa nama Tanimbar hingga meraih posisi Juara II Umum. Namun di luar arena pertandingan, muncul pertanyaan tajam: apakah prestasi atlet hanya dihargai ketika piala sudah berada di tangan? Seorang atlet yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut mereka tetap berangkat karena tidak ingin Tanimbar absen dari kejuaraan. Pernyataan itu menunjukkan adanya persepsi di kalangan atlet mengenai dukungan yang mereka terima, sementara mekanisme dan besaran dukungan pemerintah masih membutuhkan penjelasan resmi dari Pemda KKT dan KONI KKT.
Sorotan semakin menguat karena menurut pihak Kempo KKT, kontingen yang tiba di Pelabuhan Saumlaki sekitar pukul 10.00 WIT menggunakan KM Pangoro disebut tidak mendapat penjemputan maupun seremoni penyambutan resmi dari pemerintah daerah. Persoalannya bukan sekadar soal karpet merah atau seremoni, melainkan pesan tentang seberapa serius daerah memberikan apresiasi kepada atlet yang telah mengharumkan nama Tanimbar. Meski demikian, absennya penyambutan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan tidak adanya perhatian pemerintah terhadap olahraga, sehingga klarifikasi Pemda dan KONI KKT tetap diperlukan.
Kini POPMAL Maret 2027 sudah berada di depan mata. Pihak Kempo KKT menyatakan tetap akan mempersiapkan atlet dengan segala kemampuan yang ada meski dukungan pembiayaan disebut belum sesuai harapan. Kondisi ini membuka pertanyaan yang lebih besar mengenai pola pembinaan olahraga di Tanimbar: apakah atlet akan terus mengandalkan kekuatan organisasi, orang tua, pelatih dan donatur untuk membawa nama daerah, atau akan tersedia skema dukungan pemerintah yang jelas, transparan dan berkelanjutan?
Piala Juara II Umum telah berada di Tanimbar. Kini yang ditunggu bukan sekadar ucapan selamat, tetapi penjelasan dan langkah konkret. Pemda KKT, Dispora KKT dan KONI KKT perlu menjelaskan dukungan yang telah diberikan, mekanisme pembiayaan, serta rencana pembinaan menuju POPMAL 2027.
Hingga berita ini disusun, pihak-pihak tersebut belum memberikan keterangan resmi kepada media ini. Jangan sampai atlet diminta membawa nama besar Tanimbar di atas matras, tetapi harus berjuang sendiri ketika menyangkut biaya dan dukungan.
(Bojes)