14 Mahasiswa Kristen Pilih UMMaluku, Rektor: Kampus Ini untuk Semua Masyarakat

by
by

AMBON,N25NEWS.id – Ada cerita menarik di balik pelaksanaan Ta’aruf Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Maluku (UMMaluku) tahun akademik 2026/2027.

Dari ratusan mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan selama dua hari, 28–29 September 2026, terdapat 14 mahasiswa baru beragama Kristen yang memilih UMMaluku sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi.

Kehadiran mahasiswa non-Muslim tersebut menjadi perhatian tersendiri karena menunjukkan bahwa pilihan terhadap perguruan tinggi tidak selalu dibatasi oleh latar belakang agama.

Bagi UMMaluku, keberadaan 14 mahasiswa Kristen itu sekaligus menjadi bagian dari perjalanan kampus Muhammadiyah yang ingin membuka akses pendidikan bagi masyarakat luas di Maluku.

Rektor UMMaluku, Prof. Dr. M. Faris Al-Fadhat, S.IP., M.A., Ph.D., mengatakan kegiatan Ta’aruf Mahasiswa Baru atau Mastamaru bukan sekadar agenda penyambutan mahasiswa baru.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan UMMaluku sekaligus nilai-nilai yang ingin dibangun selama mahasiswa menjalani pendidikan.

“Kita ingin ketika mereka menjadi mahasiswa, kita bekali dengan nilai-nilai yang paling baik, mencintai bangsa Indonesia, mencintai Provinsi Maluku, mencintai sesama dan juga memahami bahwa kampus ini untuk semua masyarakat,” ujar Faris.

Faris mengaku bangga dengan adanya 14 mahasiswa baru beragama Kristen yang memilih berkuliah di UMMaluku.

Menurutnya, pilihan tersebut menunjukkan adanya apresiasi dan kepercayaan dari masyarakat Maluku terhadap keberadaan UMMaluku sebagai lembaga pendidikan.

“Ini menunjukkan bahwa kami kampus yang diapresiasi masyarakat Maluku. Sejak awal kami sampaikan bahwa UMMaluku adalah kampus untuk semua lapisan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, pendidikan tidak seharusnya menjadi ruang yang hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu.
“Kampus itu adalah jembatan pendidikan semua orang. Saya ingin UMMaluku ini bukan saja untuk masyarakat Muslim, tetapi semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Faris, semangat tersebut sejalan dengan komitmen Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, yakni memberikan kesempatan memperoleh pendidikan kepada masyarakat Indonesia.

Dengan demikian, keberadaan 14 mahasiswa Kristen di tengah mahasiswa baru UMMaluku tidak hanya menjadi angka dalam data penerimaan mahasiswa. Mereka menjadi bagian dari ruang akademik yang mempertemukan mahasiswa dengan latar belakang yang beragam.

Di sisi lain, UMMaluku mencatat peningkatan jumlah mahasiswa baru yang cukup besar pada 2026.

Faris menyebut jumlah pendaftar tahun ini mencapai 414 mahasiswa, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 120 mahasiswa.

Secara jumlah, kenaikannya mencapai hampir tiga kali lipat atau sekitar 245 persen lebih tinggi dibandingkan angka tahun sebelumnya. Karena itu, penyebutan “300 persen” perlu dibedakan antara kenaikan jumlah pendaftar dan pernyataan peningkatan minat yang disampaikan pihak kampus.

Faris menyebut peningkatan tersebut sebagai tanda meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap UMMaluku.
“Minat masyarakat Maluku masuk Universitas Muhammadiyah mengalami peningkatan yang luar biasa,” katanya.

Ia menyebut salah satu program studi yang mendapat minat tinggi adalah S1 Administrasi Kesehatan.

Saat ini, UMMaluku memiliki 11 program studi. Pihak kampus menargetkan jumlah tersebut bertambah menjadi 12 program studi pada awal tahun mendatang.

Bertambahnya mahasiswa membawa tantangan lain bagi perguruan tinggi: bagaimana memastikan pertumbuhan jumlah mahasiswa diikuti dengan kualitas layanan pendidikan.

Faris berharap UMMaluku ke depan semakin berkembang dan mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi masyarakat Maluku.

“Kami akan terus bekerja keras memberikan layanan pendidikan yang paling baik. Dengan begitu kami yakin UMMaluku bisa berkontribusi memberikan layanan pendidikan terbaik untuk meningkatkan kualitas SDM Maluku,” katanya.

Sebab, mahasiswa yang hari ini baru memasuki ruang kuliah adalah generasi yang dalam 10 hingga 20 tahun mendatang akan mengambil bagian dalam pembangunan Maluku.

Di antara mereka terdapat 14 mahasiswa Kristen yang memilih UMMaluku sebagai bagian dari perjalanan pendidikannya.
Kehadiran mereka membawa satu pesan sederhana: ruang pendidikan dapat mempertemukan perbedaan, bukan mempertajamnya.

Dan dari ruang-ruang kampus itulah, generasi muda Maluku akan dipersiapkan untuk hidup, bekerja dan membangun daerah bersama-sama.

Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *