Hendak Pulang,Siswa Kelas I SD Inpres Saumlaki Jadi Korban Lemparan Tawuran

by
by

SAUMLAKI,N25NEWS.id-Miris seorang siswa kelas I SD Inpres Saumlaki menjadi korban lemparan saat hendak keluar dari pintu pagar sekolah untuk pulang ke rumah.

Insiden itu terjadi ketika aksi tawuran berupa saling lempar berlangsung antara pelajar STM dan SMA Budi Mulia.

Korban yang masih duduk di bangku kelas I SD tersebut tidak terlibat dalam pertikaian. Namun, ketika hendak meninggalkan sekolah, ia justru terkena lemparan di tengah situasi yang tidak terkendali.

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan keamanan di sekitar lingkungan sekolah. Tawuran yang semestinya menjadi persoalan antarpelajar kini justru menyeret anak-anak sekolah dasar yang berada di luar lingkaran konflik.

Guru SD Inpres Saumlaki, Ibu Titin Tomyar, berharap pihak kepolisian meningkatkan pengawasan di kawasan tersebut. Ia meminta kehadiran aparat tidak hanya dilakukan di lingkungan SD Inpres Saumlaki, tetapi juga di sekolah-sekolah lain yang berada di sekitar lokasi.

Menurut pihak sekolah, langkah pencegahan perlu diperkuat agar aksi serupa tidak kembali menimbulkan korban. Terlebih, kejadian semacam ini disebut bukan pertama kali terjadi di lingkungan sekitar sekolah.

Pihak guru juga meminta pelaku pelemparan segera ditemukan dan dimintai pertanggungjawaban atas kejadian yang menimpa anak didik mereka.

Letak SD Inpres Saumlaki yang berdekatan dengan sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas menjadi perhatian tersendiri. Ketika terjadi bentrokan, siswa sekolah dasar berada dalam posisi yang sangat rentan.

Dari segi usia maupun kekuatan fisik, mereka jelas tidak sebanding dengan pelajar sekolah menengah. Mereka bahkan tidak memiliki kemampuan yang memadai untuk menghadapi atau menghindari aksi kekerasan ketika keributan pecah di sekitar lingkungan sekolah.

Karena itu, pihak sekolah menilai pengamanan tidak boleh hanya bersifat reaktif setelah terjadi keributan. Pencegahan harus dilakukan sebelum situasi berkembang dan menimbulkan korban.

Kejadian ini menjadi alarm keras bagi semua pihak. Lingkungan pendidikan seharusnya memberikan rasa aman bagi siswa, terutama anak-anak sekolah dasar yang baru selesai mengikuti kegiatan belajar.

Aksi saling lempar di sekitar sekolah bukan hanya membahayakan pelajar yang terlibat, tetapi juga guru, siswa, dan masyarakat yang kebetulan berada di lokasi.

Pihak SD Inpres Saumlaki berharap kepolisian bersama pihak sekolah dan orang tua dapat memperkuat pengawasan serta mencari solusi agar tawuran tidak terus berulang.

Jangan sampai keselamatan seorang anak yang hendak pulang ke rumah harus menjadi taruhan akibat pertikaian yang bukan menjadi urusannya.(By bojes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *