AMBON, N25NEWS.id – Sekolah Rakyat tidak hanya dituntut menjadi ruang pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Di balik proses belajar, ada kebutuhan lain yang tak kalah penting: memastikan para remaja memiliki ruang aman untuk bercerita, berkonsultasi, dan mendapatkan pendampingan ketika menghadapi persoalan.
Kebutuhan inilah yang mendorong Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku memperkenalkan program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) serta Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di Sekolah Rakyat Menengah Atas 40 Ambon selasa,11/8/2026.
Sosialisasi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan program kependudukan dan pembinaan remaja kepada lingkungan Sekolah Rakyat.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, menjelaskan PIK-R merupakan wadah bagi remaja untuk berkembang sesuai dengan potensi terbaik yang mereka miliki.
Menurutnya, keberadaan PIK-R menjadi penting karena persoalan yang dihadapi remaja tidak selalu berkaitan dengan proses belajar di sekolah. Ada persoalan pribadi, keluarga maupun pergaulan yang terkadang membutuhkan tempat untuk berbicara tanpa rasa takut.
“PIK-R ini adalah wadah bagi remaja untuk berkembang sesuai dengan potensi terbaiknya,” ujar Edi.
Salah satu kekuatan PIK-R, kata dia, adalah keberadaan pendidik sebaya. Remaja mendapatkan pendekatan dari teman seusianya sehingga komunikasi dapat berlangsung lebih terbuka.
Pendidik sebaya tersebut tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga dapat berkembang menjadi konselor sebaya.
Konsep ini dinilai penting bagi lingkungan Sekolah Rakyat yang memiliki fasilitas pendidikan dan pembinaan yang relatif lengkap.
“Walaupun di Sekolah Rakyat ini difasilitasi dengan segala macam kebutuhan, namun ada saatnya remaja punya problem atau masalah yang ingin mereka ceritakan. Di sinilah konselor sebaya bisa hadir sebagai teman untuk berbagi cerita,” jelas Edi.
Bagi BKKBN Maluku, PIK-R bukan sekadar program tambahan di sekolah.
Kehadirannya diharapkan mampu membangun ekosistem yang membuat remaja merasa memiliki tempat untuk mencari informasi dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Terlebih, masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter, perencanaan masa depan, serta pengambilan keputusan yang dapat memengaruhi kehidupan mereka.
Karena itu, pendekatan melalui teman sebaya dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan remaja.
Edi menegaskan, kegiatan yang dilaksanakan di Sekolah Rakyat tersebut masih merupakan tahap awal.
Namun, BKKBN Maluku melihat peluang besar untuk mengembangkan kolaborasi bersama Dinas Sosial Provinsi Maluku dan pengelola Sekolah Rakyat.
“Kegiatan hari ini baru awalan. Harapan saya melalui kolaborasi antara BKKBN, Dinas Sosial Provinsi Maluku dan Sekolah Rakyat, kita bisa menjadi yang pertama di Indonesia Timur,” katanya.
Menurut Edi, inisiasi pembentukan PIK-R di lingkungan Sekolah Rakyat belum banyak dilakukan. Karena itu, Maluku memiliki peluang untuk menjadi daerah yang lebih awal mengembangkan konsep tersebut.
Kerja sama antara Kemendugbangga dengan Kementerian Sosial juga menjadi bagian dari upaya mendorong program kependudukan hadir di lingkungan Sekolah Rakyat.
Kepala Perwakilan BKKBN Maluku berharap langkah awal ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. PIK-R diharapkan benar-benar tumbuh menjadi wadah yang aktif dan mampu memberikan manfaat langsung bagi para remaja.
Editor : Redaksi