Wali Kota Ambon Luncurkan Child Community Hero Di SD Kristen Nania, Gerakan Nyata Cegah Bullying Dan Cetak Generasi Berkarakter

by
by

AMBON,N25NEWS.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari perundungan (bullying). Komitmen itu diwujudkan melalui peluncuran Program Child Community Hero (CCH) di SD Kristen Nania, Kamis (16/7/2026), sebagai gerakan membangun karakter anak sejak usia dini.

Program inovatif tersebut merupakan hasil kolaborasi strategis antara SD Kristen Nania, Yayasan Pohon Sagoe, dan mendapat dukungan penuh dari Project 1945 melalui produk lokal Water of Maluku.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, yang meresmikan program tersebut mengatakan, CCH merupakan langkah konkret untuk mencegah tindakan bullying sekaligus membentuk generasi yang tangguh, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini tidak lagi sebatas pada kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan mengendalikan emosi, membangun karakter, dan menjaga nilai-nilai moral.

“Anak-anak kita hari ini tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga harus dibekali kecerdasan emosional, karakter yang kuat, dan moralitas yang baik. Jika tidak, mereka akan mudah tergerus oleh perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI),” ujar Bodewin.

Wali Kota juga menyoroti masih tingginya angka kekerasan terhadap anak berdasarkan data kementerian, di mana sekitar 60 persen anak usia sekolah masih mengalami berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan verbal yang sering terjadi di lingkungan terdekat.

Ia mengingatkan para orang tua maupun pendidik agar tidak melakukan tindakan yang dapat melukai psikologis anak, seperti membanding-bandingkan atau memarahi secara berlebihan.

“Hal-hal seperti itu merupakan bentuk kekerasan psikologis yang bisa membuat anak kehilangan rasa percaya diri bahkan putus asa. Karena itu kita harus menciptakan lingkungan yang aman agar mereka bisa tumbuh dengan baik,” katanya.

Menurut Bodewin, Program Child Community Hero sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Ambon dalam memperkuat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk mencetak generasi emas yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas, berempati, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

“Program ini membuka ruang bagi anak-anak untuk belajar dari pengalaman, membangun empati, memiliki keberanian berbuat baik, serta mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SD Kristen Nania, Pdt. Ficca Rumahruson, menjelaskan bahwa Program CCH menjadi bagian dari visi besar sekolah dalam membentuk peserta didik yang unggul, kreatif, berbudaya, dan berwawasan global.

Ia mengatakan sekolah telah menjalankan berbagai program pembentukan karakter, di antaranya literasi Alkitab selama 30 menit setiap pagi serta penerapan Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BESAN) yang diinisiasi Dinas Pendidikan Kota Ambon.

“Kami ingin memastikan sekolah ini menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying sehingga anak-anak dapat belajar dengan tenang. Melalui kerja sama dengan Yayasan Pohon Sagoe, siswa tidak hanya dibentuk karakternya tetapi juga dibekali berbagai keterampilan hidup,” ujarnya.

Ketua Yayasan Pohon Sagoe, Imanuel Lawalata, menjelaskan bahwa nama yayasan tersebut terinspirasi dari filosofi pohon sagu yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memperkuat akar sebelum memberikan manfaat bagi banyak orang.

Filosofi itu, katanya, menjadi dasar pelaksanaan Program Child Community Hero yang menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak usia dini melalui aksi nyata, bukan sekadar teori.

“Kami ingin anak-anak mengenal jati dirinya, memiliki kepedulian terhadap sesama, dan berani melakukan kebaikan. Program ini bukan tambahan jam pelajaran, bukan bimbingan belajar, tetapi ruang pembentukan karakter,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa seluruh pendanaan Program CCH di SD Kristen Nania berasal dari hasil penjualan parfum bertema kearifan lokal Water of Maluku yang diproduksi oleh Project 1945, sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan karakter anak-anak Maluku.

Imanuel mengajak seluruh orang tua untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan di sekolah agar terus bertumbuh di lingkungan keluarga.

“Tugas kita sebagai orang tua dan pendidik adalah menanam dan menyiram benih-benih kebaikan di hati anak-anak. Selebihnya, biarlah Tuhan yang menumbuhkannya,” tuturnya.

Peluncuran Program Child Community Hero ditandai dengan pemukulan tifa oleh Wali Kota Ambon didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Edy Tasso, Ketua Yayasan Pembinaan Pendidikan Kristen (YPPK) Cabang Pulau Ambon Utara Dr. J.B. Sitanala, Pdt. Renny Haliwela, serta Kepala SD Kristen Nania Pdt. Ficca Rumahruson.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para pimpinan OPD, Asisten Pemerintah Kota Ambon, orang tua siswa, serta berbagai pemangku kepentingan yang bersama-sama berkomitmen mewujudkan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan demi melahirkan generasi Ambon yang unggul di masa depan.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *