AMBON, N25NEWS.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tidak hanya menjadi ajang mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga momentum strategis untuk membentuk karakter peserta didik dan menciptakan budaya belajar yang aman, sehat, serta bebas dari perundungan.
Komitmen tersebut ditunjukkan Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Maluku melalui edukasi kepada siswa-siswi SMA Rehoboth Ambon pada kegiatan MPLS, Kamis (16/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE, menyampaikan materi bertajuk “Mewujudkan Sekolah Ramah Anak: Upaya Pencegahan Perundungan untuk Meningkatkan Keaktifan dan Prestasi Siswa.”
Dr. Edi menegaskan bahwa praktik perundungan atau bullying bukan sekadar candaan di lingkungan sekolah, melainkan bentuk kekerasan yang dapat meninggalkan dampak serius terhadap kondisi psikologis, kepercayaan diri, hingga prestasi akademik seorang anak.
“Setiap peserta didik berhak merasa aman, dihargai, dan nyaman selama berada di lingkungan sekolah. Bullying tidak boleh dianggap sebagai hal biasa karena dapat menghambat tumbuh kembang serta masa depan anak,” tegasnya di hadapan para peserta MPLS.
Ia menjelaskan bahwa menciptakan sekolah yang ramah anak membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari guru, orang tua, teman sebaya, hingga masyarakat. Menurutnya, lingkungan sekolah yang aman akan mendorong siswa lebih aktif belajar, berani mengembangkan potensi diri, serta mampu meraih prestasi.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam membangun generasi muda yang berkualitas, Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat berbagai program pembinaan remaja dan keluarga yang saling terintegrasi.
Program tersebut meliputi Generasi Berencana (GenRe), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Bina Keluarga Remaja (BKR), hingga Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang bertujuan memperkuat peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak dan remaja.
Melalui program-program tersebut, BKKBN mendorong lahirnya generasi yang sehat, berkarakter, berdaya saing, serta mampu menghadapi tantangan kehidupan tanpa terjerumus pada perilaku negatif, termasuk perundungan.
Kegiatan edukasi ini mendapat antusiasme tinggi dari para siswa baru SMA Rehoboth Ambon yang mengikuti MPLS. Mereka diajak memahami pentingnya membangun budaya saling menghargai, peduli terhadap sesama, dan berani melaporkan setiap tindakan perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah.
Melalui momentum MPLS, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku berharap seluruh satuan pendidikan mampu menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan, sehingga setiap anak dapat tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, berprestasi, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Sumber : BLKBN Maluku
Editor : Redaksi