BANDA NEIRA, N25NEWS.id – Keindahan alam dan kekayaan sejarah Banda Neira kembali memikat perhatian dunia internasional. Kali ini, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, secara langsung mengunjungi sejumlah destinasi bersejarah dan wisata unggulan di Banda Neira, Senin (15/6).
Dalam kunjungannya, Dubes Prancis diajak menjelajahi Pulau Banda Besar, kawasan agrowisata pohon pala yang legendaris, benteng peninggalan kolonial Belanda, hingga rumah pengasingan para tokoh nasional Indonesia seperti Bung Hatta, dr. Cipto Mangunkusumo, dan Sutan Sjahrir.
Pesona Banda Neira rupanya meninggalkan kesan mendalam bagi Fabien Penone. Ia bahkan menyebut Banda Neira sebagai sebuah surga yang layak dikenal lebih luas oleh masyarakat dunia, khususnya wisatawan Prancis.
“Banda Neira sudah terkenal di mata dunia karena sejarahnya yang luar biasa dan keindahan alamnya yang menakjubkan.
Daerah ini memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Saya akan mempromosikan Banda Neira agar lebih banyak wisatawan dari Prancis datang berkunjung ke sini. Banda Neira adalah surga,” ujar Fabien Penone.
Pernyataan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi sektor pariwisata Maluku. Dukungan dari seorang duta besar negara Eropa dinilai dapat membuka peluang promosi yang lebih luas sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Banda Neira.
Pelaku pariwisata Banda Neira, Rizal Bahalwan, yang mendampingi kunjungan Dubes Prancis, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemerintah Prancis terhadap Banda Neira.
“Kami mewakili masyarakat Banda mengucapkan terima kasih atas kunjungan Dubes Prancis. Ini bukan sekadar kunjungan wisata, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Prancis di bidang pariwisata, pendidikan, dan kebudayaan,” kata Rizal.
Menurutnya, Banda Neira memiliki daya tarik yang sulit ditemukan di tempat lain. Selain panorama alam yang memukau, kawasan ini juga menyimpan jejak sejarah dunia yang menjadikannya salah satu destinasi paling unik di Indonesia.
Sejarah panjang perdagangan rempah-rempah yang pernah menghubungkan Banda dengan berbagai bangsa di dunia menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan asing. Ditambah dengan keindahan laut, benteng-benteng bersejarah, serta budaya masyarakat yang masih terjaga, Banda Neira dinilai memiliki seluruh unsur untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia.
Kunjungan Dubes Prancis ini semakin mempertegas posisi Banda Neira sebagai salah satu permata pariwisata Indonesia Timur yang terus menarik perhatian dunia. Jika promosi internasional terus diperkuat, bukan tidak mungkin “Surga Rempah” di Maluku ini akan menjadi destinasi favorit wisatawan Eropa dalam beberapa tahun ke depan.
Penulis : Sarifudin Wala
Editor : Redaksi