AMBON,N25NEWS.id — Maluku selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil pemain sepak bola bertalenta di Indonesia. Banyak pemain nasional lahir dari tanah raja-raja ini dan sukses menembus kompetisi nasional hingga memperkuat Timnas Indonesia.
Namun di balik reputasi besar itu, tersimpan ironi yang terus menjadi sorotan publik olahraga. Hingga kini, Provinsi Maluku justru menjadi salah satu dari sedikit provinsi di Indonesia yang belum memiliki klub sepak bola profesional yang mampu bersaing di kompetisi nasional.
Kondisi tersebut dinilai sangat bertolak belakang dengan kontribusi besar Maluku dalam melahirkan pesepak bola berbakat bagi Indonesia.
Sejumlah nama pemain nasional asal Maluku pernah menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola Indonesia. Talenta-talenta muda dari Ambon, Tulehu, hingga berbagai daerah lain di Maluku dikenal memiliki teknik, kecepatan, mental bertanding, dan karakter permainan yang kuat.
Bahkan, Negeri Tulehu di Kabupaten Maluku Tengah pernah mendapat perhatian nasional karena konsisten melahirkan pemain-pemain muda berbakat untuk klub besar maupun tim nasional.
Namun hingga kini, Maluku belum memiliki klub profesional yang benar-benar stabil dan mampu menjadi wadah pembinaan berkelanjutan bagi para pemain muda daerah.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan besar di kalangan pecinta sepak bola Maluku. Banyak pihak menilai pemerintah daerah dan stakeholder olahraga belum serius membangun fondasi sepak bola profesional di Maluku.
Padahal potensi pemain, dukungan masyarakat, hingga kultur sepak bola di Maluku dinilai sangat kuat dibanding sejumlah daerah lain yang justru telah memiliki klub profesional.
“Maluku selalu menghasilkan pemain nasional, tapi pemain-pemain terbaik justru harus pergi keluar daerah untuk berkembang karena di Maluku tidak ada klub profesional yang bisa jadi rumah bagi mereka,” ujar salah satu pecinta sepak bola di Ambon.
Selain minimnya klub profesional, persoalan infrastruktur, pembinaan usia dini, kompetisi lokal yang tidak berjalan konsisten, hingga dukungan sponsor juga disebut menjadi tantangan utama perkembangan sepak bola Maluku.
Masyarakat berharap ada langkah serius dari pemerintah daerah, PSSI, dan pelaku sepak bola untuk membangun klub profesional yang mampu menjadi identitas dan kebanggaan Maluku di pentas nasional.
Sebab bagi banyak warga Maluku, sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi bagian dari identitas dan semangat hidup generasi muda.
Penulis : Redaksi