AMBON,N25NEWS.id-AmbonSemangat inklusivitas dalam pengembangan ekonomi kreatif kembali terlihat dalam pelaksanaan Salam Fest x Moluccas Digifest 2026.
Kegiatan yang digelar oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku ini berlangsung pada 16-18 April 2026 di Pattimura Park dan melibatkan berbagai pelaku UMKM, termasuk penyandang disabilitas.
Salah satu peserta yang turut ambil bagian adalah Yonna Matuankotta, penyandang disabilitas dengan ragam sensorik yang didampingi oleh Rumah Generasi.
Melalui booth Naya Bakery dan Jessy Rajutan,Yonna menghadirkan beragam produk, mulai dari olahan kue hingga kerajinan rajut seperti taplak meja, tanktop, kalung, tas, dan bunga.
Kehadiran Yonna dalam ajang ini mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, yang mengunjungi booth tersebut pada saat pembukaan kegiatan.
Ia menyampaikan apresiasi atas semangat dan kreativitas yang ditunjukkan oleh pelaku usaha disabilitas.
“Saya sangat senang melihat semangat dan kreativitas yang ditunjukkan.Ini harus terus didukung agar teman-teman disabilitas bisa mandiri dan terus berkarya,” ujar Wattimena.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Wali Kota Ambon juga membeli salah satu produk rajutan yang dipamerkan.
Menurutnya, langkah kecil seperti ini penting untuk memberikan motivasi sekaligus menunjukkan bahwa hasil karya penyandang disabilitas memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan disabilitas melalui berbagai program dan kegiatan yang inklusif.
“Kami ingin memastikan bahwa semua warga, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi,” tambahnya.
Partisipasi penyandang disabilitas dalam Salam Fest x Moluccas Digifest 2026 menjadi bukti bahwa ruang inklusif semakin terbuka.
Selain memperkenalkan produk, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga dalam mengembangkan usaha dan memperluas jaringan pasar.
Apresiasi turut disampaikan kepada Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku yang telah memberikan kesempatan luas bagi penyandang disabilitas untuk terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi digital.
Dukungan ini diharapkan dapat terus berlanjut guna menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan di Kota Ambon.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, lembaga, dan komunitas, pelaku usaha disabilitas diharapkan semakin percaya diri untuk terus berkarya dan menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah.(**)