Pelatihan Refrigerasi bagi Para Ayah di Ambon, Upaya Nyata Cegah Stunting dari Hulu

by -1 views
by

AMBON, N25NEWS.id – Bertempat di Ruang Arumbai Kencana, Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, digelar pertemuan antara tim pelaksana pelatihan dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), Tim Kerja Ketahanan Keluarga, serta peserta pelatihan, pada 3 Maret 2026.

Sebanyak 16 peserta terpilih mengikuti tahapan verifikasi berkas dan asesmen Tes Kompetensi Dasar (TKD) sebagai bagian dari persiapan Pelatihan Refrigerasi (Teknik Pendingin). Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara BPVP dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku.

Menariknya, seluruh peserta merupakan para ayah dan calon ayah yang berasal dari berbagai wilayah di Pulau Ambon. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga menyasar penguatan peran kepala keluarga dalam aspek ekonomi.

Dalam kegiatan tersebut, tim BPVP Ambon melakukan pengecekan fisik dokumen persyaratan guna memastikan validitas data peserta. Selain itu, para peserta juga dipandu untuk membuat akun pada aplikasi SIAPkerja sebagai bagian dari integrasi ke dalam ekosistem ketenagakerjaan nasional.

Langkah digitalisasi ini diharapkan dapat memudahkan peserta dalam mengakses berbagai informasi penting, mulai dari pelatihan lanjutan, sertifikasi, hingga peluang kerja di masa depan.

Usai proses administrasi, seluruh peserta langsung mengikuti Tes Kompetensi Dasar (TKD) guna mengukur kesiapan awal mereka sebelum memasuki pelatihan intensif di bidang refrigerasi. Tim BPVP Ambon menegaskan bahwa keahlian teknik pendingin memiliki peluang pasar yang besar di Maluku, khususnya untuk kebutuhan rumah tangga dan sektor industri perikanan.

Ketua Tim Kerja Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting BKKBN Maluku, Siti Rohani, menyampaikan bahwa keterlibatan para ayah dalam pelatihan vokasi merupakan bagian dari strategi pencegahan stunting dari hulu.

“Dengan membekali para ayah keterampilan teknis yang kompeten, diharapkan kemandirian ekonomi keluarga meningkat. Hal ini akan berdampak langsung pada pemenuhan gizi dan kualitas hidup anak,” ujarnya.

Melalui sinergi lintas instansi ini, para peserta diharapkan tidak hanya menjadi tenaga teknis yang handal, tetapi juga mampu berperan sebagai kepala keluarga yang mandiri secara ekonomi, guna mendukung percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Maluku.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh 16 peserta pelatihan, tim teknis pelaksana dari BPVP Kota Ambon, serta Tim Kerja Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting BKKBN Maluku.

Editor    : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *