AMBON-Kehadiran figur “Bunda GenRe” bukan hanya sebagai simbol, tetapi merupakan bentuk nyata dari komitmen daerah untuk membangun generasi berencana yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kelembagaan dan RB Kemendukbangga/BKKBN, Viktor Hasiholan Siburian,SE,MSi,dalam sambutannya pada Acara Pengukuhan Bunda Genre Provinsi Maluku dan Kabupaten/Kota Se-Maluku,yang berlangsung di aula lantai 7 kantor Gubernur Maluku,Jumat (13/6/2025).
Lebih lanjut dia mengatakan,Bunda GenRe adalah sosok ibu yang hadir, peduli, dan menginspirasi. Sosok yang akan menjadi pelindung, pengayom, sekaligus pendorong semangat bagi remaja,agar mampu tumbuh dan berkembang secara sehat, cerdas, serta bebas dari pernikahan dini, seks bebas, dan penyalahgunaan NAPZA.
“Kami ingin menegaskan kembali bahwa program Banggakencana dan quick wins Kemendukbangga/BKKBN bukan sekadar urusan alat dan obat kontrasepsi, melainkan tentang pembangunan keluarga dalam seluruh dimensinya, termasuk ketahanan remaja dan kesiapan keluarga muda,”ujarnya.
Diketahui bersama,keluarga adalah pondasi utama dalam bernegara.Dimana,ini sangat relevan dengan tantangan bangsa hari ini, dan di masa depan, khususnya dalam mewujudkan Indonesia emas tahun 2045.
Disampaikannya lagi,ada empat isu krusial yang harus menjadi perhatian bersama:
1.Pernikahan Dini
Pernikahan dini merupakan salah satu isu sosial yang sering kali menjadi perhatian di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Isu ini melibatkan pernikahan yang terjadi pada usia yang belum mencapai kedewasaan fisik dan mental, yang sering kali terjadi pada usia remaja, terutama di kalangan perempuan.
“Masih tingginya angka perkawinan usia anak di Indonesia, termasuk di beberapa wilayah di Maluku, menjadi alarm bagi kita semua,”paparnya.
Bahwa remaja harus dipastikan menyelesaikan pendidikan dan mempersiapkan masa depan yang matang sebelum membentuk keluarga.
2.Kesehatan Mental Remaja
“Penting bagi kita untuk menyadari bahwa kesehatan mental remaja bukan hanya masalah individu, tetapi juga masalah sosial yang membutuhkan perhatian dari semua pihak. Di tengah arus informasi dan tekanan sosial yang tinggi, kita harus menjadi pihak yang mendengar, mendampingi, dan menguatkan mereka,”paparnya.
Bunda GenRe harus hadir sebagai tempat yang aman untuk mendengarkan curahan hati remaja dan memberikan nasihat serta motivasi, bukan hanya sekadar simbol.
3.Kecakapan Digital
Di zaman sekarang yang semakin terhubung melalui teknologi, Remaja saat ini hidup dalam dunia digital.Kecakapan digital menjadi kunci untuk memastikan kita bisa memanfaatkan dunia digital dengan bijak, aman, dan efektif.
“Maka, kita semua bertanggung jawab untuk membimbing mereka agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan produktif, bukan untuk hal-hal yang membahayakan masa depan mereka,”terangnya.
4.Bonus Demografi dan Indonesia Emas 2045
Fokus utama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga) adalah menjaga agar populasi Indonesia tetap terjaga.
Meski risiko penurunan populasi di Indonesia masih tergolong rendah, hal ini tetap perlu diwaspadai sebagai upaya mencegah generasi yang hilang atau dikenal sebagai ‘lost generation’, sehingga peran Bunda Genre beserta menjadi sangat penting untuk bersama kami melakukan langkah-langkah pencegahan sehingga melahirkan generasi yang sehat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda yang ada hari ini. Maka, remaja harus dipersiapkan menjadi generasi tangguh, mandiri, sehat, dan siap berkontribusi.
“Dengan dikukuhkannya Bunda GenRe Provinsi Maluku, kami berharap akan tercipta gerakan yang lebih masif dan terstruktur untuk mendampingi remaja di seluruh wilayah Maluku,”katanya.
“Kita ingin setiap remaja memiliki akses informasi yang benar tentang kesehatan reproduksi, gizi, perencanaan hidup, dan kesiapan berkeluarga.
Kami juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, hingga dunia pendidikan untuk bersinergi menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang remaja Maluku secara optimal,”tandasnya.
Di akhir sambutannya,atas nama Menteri Kemendukbangga/BKKBN,dirinya mengucapkan selamat kepada Bunda GenRe Provinsi Maluku yang telah dikukuhkan hari ini.
“Semoga amanah ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi remaja dan masyarakat Maluku.
Teruslah bergerak, menyapa, dan menginspirasi. Karena setiap langkah Bunda adalah harapan bagi masa depan remaja Indonesia,”pungkasnya.
Diketahui hadir pada acara pengukuhan tersebut,Gubernur Maluku/yang mewakili.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku dan Kabupaten/Kota Se-Maluku yang sekaligus menjadi Bunda Generasi Berencana
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku
Para Kepala OPD-KB dan Mitra Kerja Se-Maluku
Forum GenRe Indonesia Provinsi Maluku,dan Kota Ambon. (**)