BANDA NAIRA,N25NEWS.id-Sebanyak 10 mahasiswa dari Universitas Banda Neira (UBN) diberangkatkan ke Desa Langgur,Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara untuk mengikuti Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Sekolah Lapang Lapang Kerja Budaya yang akan berlangsung selama 4 bulan.
Kesepuluh Mahasiswa UBN tersebut di berangkatkan pada pukul 10.00 WIT,menggunakan Kapal Ngapulo milik PT Pelni dengan tujuan Tual,Minggu (9/7/2023).
Sejak ditetapkan Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang, Pemajuan Kebudayaan,dimana berbagai program sebagai turunan dari amanah undang-undang dilaksanakan oleh
Direktorat Jenderal Kebudayaan,di antara program-program tersebut merupakan
program yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat, termasuk institusi yang
mendukung pemajuan kebudayaan.
Tidak hanya komunitas dan lembaga kebudayaan, namun juga perseorangan yang mengaplikasikan program-program pemajuan kebudayaan.
Pada Kongres Kebudayaan Indonesia tahun 2018, Presiden Joko Widodo menerima
dokumen strategi kebudayaan yang mencakup agenda strategis dalam 20 tahun ke depan untuk pencapaian apa yang dimaksud pemajuan kebudayaan.
Dokumen
tersebut lalu disahkan melalui Peraturan Presiden nomor 114 tahun 2022 tentang
strategi kebudayaan, dimana amanah tersebut mendorong berbagai pemangku kepentingan untuk melakukan percepatan upaya-upaya yag dimaksud pada 7 (tujuh) agenda strategis pemajuan kebudayaan.
Pemerintah, dalam hal ini Ditjen Kebudayaan, sebagai fasilitator sudah semestinya memberikan dukungan dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat capaian strategi kebudayaan.
Upaya ini dilakukan melalui program Fasilitasi Bidang Kebudayaan Afirmasi Kegiatan Kebudayan Percepatan Capaian Strategi Kebudayaan.
Magang Bersertifikat Kebudayaan (MBK) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang terintegrasi ke dalam program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB),Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Staff Ahli Dirjen Kebudayaan Le Fidus Malau sebagai perpanjang tangan kinerja Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid Mengatakan,program ini dikembangkan untuk menjawab berbagai isu dan masalah sosial melalui pendekatan kebudayaan dengan melakukan studi secara ilmiah dan memandang secara kritis fenomena yang ditemui dalam kehidupan bermasyaraka.
“Dengan berkolaborasi bersama masyarakat,Mahasiswa dapat merencanakan,Mengembangkan,Memperbaiki, dan Mengevaluasi keputusan yang akan atau telah dibuat.”Ujar Le Firdaus Malau.
Salah satu Mahasiswa UBN Zikri yang di berangkatkan menyampaikan rasa terima kasih kepada Kemendikbud dalam hal ini Dirjen Kebudayaan yang memfasilitasi UBN untuk mengikuti Program ini.
“Saya bertekad tekuni belajar dalam Program Pemajuan Kebudayaan,Pentingnya Program ini semoga ke depan terus di lanjutkan.”Ujar Zikri
Adapun,MBK memberikan peluang bagi mahasiswa dalam mengeksplorasi dan mengembangkan ide,gagasan,bakat dan minatnya untuk menghasilkan aksi atau karya yang inovatif.
“Untuk saya berharap sebagai bagian dari upaya memberdayakan ekosistem untuk pemulihan lingkungan berkelanjutan, kedaulatan pangan dan pelestarian kebudayaan.Isu utama dalam program MBK ini Kedaulatan Pangan Berbasis Keanekaragaman Bio-Kultural,”tandasnya.
Penulis : Sarifudin Wala