SAUMLAKI,N25NEWS.id-Duka mendalam menyelimuti warga Desa Mitak Pantai Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.Dimana,pada Minggu (05/04/2026), seorang ibu hamil berinisial DS harus menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan, menyisakan luka mendalam dan pertanyaan besar tentang nasib pelayanan kesehatan di wilayah terluar ini.
Nyawa DS tak tertolong lantaran diduga keterbatasan fasilitas dan peralatan medis yang jauh dari standar, ditambah dengan lemahnya pengawasan terhadap kinerja tenaga kesehatan.
Peristiwa ini bermula dari kondisi yang memburuk, almarhum dibawa dari Desa Awear menuju fasilitas kesehatan di Kecamatan Wunlah.Namun harapan itu pupus seketika. Di sana, penanganan medis diduga tidak maksimal, alat terbatas, dan kondisi gawat darurat tak kunjung tertangani dengan baik.
Satu-satunya jalan adalah rujukan ke Rumah Sakit Umum (RSU) PP Magreti, Saumlaki.Namun takdir berkata lain. Dalam perjalanan panjang menuju pusat kesehatan tersebut, sebelum sempat tiba, nyawa ibu hamil itu melayang sia-sia.
Tragedi ini menjadi cerminan pahit dan lonceng peringatan keras bagi Pemerintah Daerah di bawah kepemimpinan Bupati Ricky Jauwerissa.
Publik menilai sangat ironis, ketika nyawa rakyat menjadi taruhan akibat sistem yang rapuh, namun pemimpin daerah diduga lebih sibuk melakukan aktivitas “ronda” atau kunjungan keluar daerah. Perhatian serius terhadap kesiapan alat medis, kelengkapan fasilitas, hingga penekanan disiplin dan pengawasan terhadap tenaga kesehatan justru terkesan diabaikan.
Sebuah kenyataan yang menyakitkan, di mana keselamatan jiwa manusia seolah bukan lagi prioritas utama. Masyarakat kini berharap tragedi ini menjadi pelajaran berharga, agar tidak ada lagi nyawa lain yang melayang hanya karena kelalaian dan ketidakpedulian.(JM)