Komisi II Sebut Rasio Elektrifikasi Maluku Belum Capai Target

by -5 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Komisi II DPRD Provinsi Maluku menyebut capaian Rasio Elektrifikasi Provinsi Maluku, terhitung Oktober 2022, belum mencapai target nasional dengan persentase 99,56 dari yang baru dicapai berada diangka 98,49 persen.

“Capaian porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) ditahun 2022 baru sebesar 5 persen, sangat jauh dari target daerah. Sementara data base berlistrik di Maluku baru mencapai 957 desa dari total 1241 desa di Maluku,”ungkap Sekretaris Komisi II DPRD Maluku, Ruslan Hurasan kepada awak media, Senin (6/2).

Capaian itu kata, Politisi PKB, merupakan aspirasi yang disampaikan Komisi II ke Komisi VII DPR RI dalam agenda penyampaian aspirasi DPRD Maluku ke Pemerintah Pusat (Pempus).

Dikatakan, Pempus lewat Kementerian ESDM bidang listrik, sesuai Peraturan Menteri (Permen) ESDM RI No 3 tahun 2022 tentang bantuan pasang baru listrik bagi rumah tangga miskin, khusus Maluku masih ditemukan berbagai persoalan.

Ia mencontohkan, Pempus lewat Kementrian ESDM memiliki program bantuan pemasangan listrik gratis bagi yang tidak mampu,namun hal yang sama juga diberlakukan Pemda Maluku, sehingga sering terjadi tumpah tindi antara bantuan yang diberikan Pempus dan Pemda.

Alhasilnya data penerima bantuan yang diberikan Pempus, memiliki data sama yang diberikan Pemda Maluku, sehingga sering terjadi data penerima ganda.

“Kedepan harus ada kordinasi harus ad yang baik,by name by address,”harapnya.

Ia juga menyebut,
sesuai Pepres no 22 tabun 2017 tentang rencana umum energi nasional target bauran porsi EBT secara nasional sebesar 23 persen di tahun 2025. Hal yang sama juga dengan target pemerintah yang diatur dalam Perda nomor 1 tahun 2022, juga menjelaskan tentang
rencana umum energi daerah Maluku dengan target RUED dan bauran porsi EBT sebesar 27 persen di tahun 2025.

Meskipun demikian kata, Hurasan masih terdapat berbagai masalah seperti, Rasio Elektrifikasi di Maluku dibulan Oktober 2022, berada pada angka 98,49 persen, sehingga masih jauh dari rata-rata angka nasional di tahun yg sama 99,56 persen.

Sama halnya, capaian
porsi bauran EBT baru sebesar 5 persen ditahun 2022, sehingga sangat jauh dari target daerah. Dimana data base berlistrik di Maluku baru mencapai 957 desa dari total 1241 desa.

Meskipun demikian sambung, Hurasan, DPRD berharap DAK Bidang Energi skala kecil Kementrian ESDM, Dirjen energi baru terbarukan dan konservasi energi perlu dihidupkan kembali untuk melistriki desa dan dusun yang terpencil terluar di Maluku.

“Saya berharap Pempus lewat Kementerian ESDM lebih meningkatkan porsi bauran EBT, untuk meningkatkan Rasio Elektrifikasi dan meningkatkan rasio elektrifikasi berlistrik di Maluku,”pungkasnya.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *