AMBON,N25NEWS.id-Komisi III DPRD Maluku menganggap Pemprov Maluku tidak becus mengurus ruas jalan yang mengalami kerusakan parah, disejumlah Kabupaten/kota di Maluku.
Bahkan Pemprov Maluku terkesan cuek menyikapi persoalan ruas jalan milik provinsi yang hancur parah, kendati sudah mengetahui secara pasti.
Kondisi itu kemudian disikapi secara tegas langsung, anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku Anos Yermias, setelah mendengar keluhan Raja Negeri Haria Kecamatan Saparua, Niko Sauleka dan Raja Negeri Nusaniwe Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Gunther de Soysa, dalam rapat yang berlangsung di ruang Komisi III DPRD Maluku, Rabu (20/9).
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Maluku, Richard Rahakbauw, membahas berbagai kondisi ruas jalan yang rusak dan sangat membutuhkan, perhatian serius dari Pemerintah kabupaten maupun provinsi.
Menurut Yerimias, bahwa fakta membuktikan banyak terdapat sejumlah ruas jalan yang menjadi kewengan provinsi, kondisinya sangat memperhatinkan sehingga perlu peran serius dari Pemprov Maluku untuk menindaklanujuti kerusakannya.
Dimana sejumlah persoalan kerusakan ruas-ruas jalan yang terjadi di Maluku, ini menujukan jika kebijakan yang selama ini ditempuh Pemprov Maluku tidak menyentuh pada kebutuhan masyarakat.
Parahnya lagi sebagai OPD terkait, PUPR Maluku juga terkesan tidak serius dalam memperhatikan kondisi ruas jalan yang menjadi tanggungjawab mereka, padahal mestinya PUPR mengetahui ruas-ruas jalan mana saja yang mengalami kerusakan.
Sebagai contoh, keluhan yang disampaikan Raja Haria, itu juga terjadi pada ruas jalan Pulau Saparua yang dekat dengan mata Pemprov saja tidak ada perhatian, apalagi ruas jalan yang jauh dari pandangan.
“Aneh ini didepan matanya saja pemeliharaan rutin saja tidak mampu, apalagi mau pemeliharaan berkala. Kita malu baru pernah ada pemerintahan model seperti ini, bukan saya tidak suka tapi memang faktanya seperti ini,”ujarnya.
Ketua Fraksi Partai Golkar ini berharap, agar persoalan, kerusakan setiap ruas jalan yang terjadi tidak terulang lagi, dan Dinas PUPR Maluku harus lebih responsif terhadap keluhan masyarakat.
“Saya harap kalau boleh kedepan, tidak terulang lagi dan sebagai PUPR harus bisa lebih serius untuk melihat segala kerusakan ruas jalan, sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat terhadap akses jalan,”harapnya.(**)