Dewan Pers Gelar Workshop Peliputan Pemilu 2024 Di Provinsi Maluku

by -9 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Pemilu bisa menghasilkan para pemimpin yang bisa diharapkan membangun bangsa Indonesia kedepan, sekaligus media massa memberikan informasi yang mendidik, informasi yang memberikan pengawasan dan kontrol terhadap proses pemilu.

Oleh karena itu,tanggung jawab media massa ini sangat penting dalam mengawal demokrasi Indonesia.

Demikian hal ini disampaikan Ase Setiawan,salah satu anggota Dewan Pers,dalam sambutannya pada Workshop Peliputan Pemilu 2024 di Provinsi Maluku,Ambon Rabu (20/9).

Menurutnya,pengalaman ini juga diharapkan, bersama-sama ikut berpartisipasi dalam memberikan laporan-laporan yang akurat,diskusi publik yang sehat.Kemudian memberikan pencerahan dan narasi untuk sama-sama membangun.

“Kami berharap dari workshop ini panduan-pandua apa yang seharusnya dimainkan oleh masyarakat.Dan pers yang tidak hanya di provinsi Maluku,tetapi dimainkan seluruh Indonesia,”ujarnya.

“Olehnya, workshop ini mari kita bersama-sama meningkatkan kompetensi,pemahaman dan kesadaran,sehingga sisa beberapa bulan kedepan kita sama-sama memberikan kontribusi terhadap apa yang disebut dalam menjaga kepentingan pers,”tandasnya.

Dikatakannya lagi,pers itu independen dan apabila kalangan-kalangan pers yang tidak ikut tender,maka Dewan Pers (DP) akan memberikan masukan kepada DP, untuk sama-sama DP ,bisa bertindak sesuai ketentuan.

Sebab media massa menjalankan instrumen yang penting dan dalam pelaksanaan peliputan pemilu nanti,pers harus mengedepankan kode etik jurnalistik.

“Kita tau dalam kode etik jurnalistik ada pasal yang harus diperhatikan.Dimana,pemilu 2024 ini adalah proses demokrasi yang sangat penting sebagai bangsa dan negara,”ujarnya.

Dikatakan,sebagai negara demokrasi Pancasila,dimana media massa disebut sebagai pilar ke-4 demokrasi yang turut berperan.

“Kalau kita melihat UU,juga membangun demokrasi,dimana teman-teman media massa memainkan peran penting,ikut mendukung kegiatan dalam proses demokrasi yang dilaksanakan oleh Bawaslu, KPU,di dampingi oleh media massa yang merupakan instrumen,”katanya.

Tidak hanya menyampaikan informasi dan berita,tetapi juga yang menjadi konsen ,berdasarkan pengalaman dan berita-berita hoax, disinformasi dan kemudian juga berita-berita yang menimbulkan kegaduhan.

“Kami berharap workshop ini menjadi panduan bagi para wartawan media massa,”pungkasnya.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *