AMBON,N25NEWS.id – Demi menurunkan angka stunting, dosen fakuktas keperawatan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon yang tergabung dalam tim survey Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melatih kader Posyandu untuk menjadi Support Health Group Stunting di Kelurahan Kudamati.
Kepada awak media, Selasa(4/10) tim PKM UKIM, Sinthia R. Maelissa yang didampingi Maria M. Goha mengatkan, pelatihan yang berlangsung di BK Bethlehem Batu Gantung Kelurahan Kudamati, bertujuan untuk memberdayakan Kader Posyandu menjadi Support Health Group Stunting di Kelurahan Kudamati.
Hal itu karena, Kelurahan Kudamati merupakan salah satu dari 12 lokus stunting di Maluku, sehingga
memaksakan pengambil kebijakan untuk dapat mengambil langkah penyelesaian.
“Salah satu kendala yang dirasakan adalah terbatasnya SDM dalam mengatasi tingginya angka stunting di Maluku, khususnya untuk melakukan intervensi berbasis keluarga mulai dari deteksi dini sampai dengan pendampingan keluarga stunting,”tim PKM UKIM.
Atas dasar itu, sehingga menggerakan UKIM lewat tim PKM untuk melakukan pendampingan bagi Kader
Posyandu di Kelurahan Kudamati.
Dari hasil survey yang dilakukan tim PKM, kalau selama ini kader Posyandu, sejauh ini hanya diberdayakan untuk membantu petugas Kesehatan untuk melakukan pelayanan Posyandu pada meja 1,2 dan 3, sedangkan untuk deteksi dini terkait stunting belum pernah dilakukan.
Dengan kata lain, Diperlukan adanya revitalisasi bagi poyandu, terlebih kader itu sendiri untuk dapat memahami perannya dengan baik agar menjadi perpanjangan tangan dari petugas Kesehatan.
“Screening Stunting lebih banyak dilakukan oleh petugas Kesehatan di Posyandu. Padahal Kader dapat diberdayakan untuk bisa melakukan screening dari rumah ke rumah keluarga dengan balita, karena belum tentu semua Ibu membawa Balitanya ke posyandu,”ujar tim PKM UKIM.
Dengan hasil survey, membuat tim PKM UKIM berinisiatif untuk melakukan pendekatan dengan pihak kelurahan, pihak puskesmas dan Ketua Pokja Kampung KB Kasih Kelurahan Kudamati dan kemudian untuk mendiskusikan masalah tersebut.
Inisiatif tim PKM UKIM mendapat sambutan baik dari Kelurahan Kudamati dan Pembina kader, Agnes C. Nanlohy, dengan melakukan pendampingan dan pelatihan deteksi dini stunting bagi35 Kader dari perwakilan 13 posyandu di kelurahan kudamati.
“Kami melatih mereka, bagaimana kader melakukan deteksi dinidengan menggunakan Kit Antropometri, mulai dari penimbangan berat badan,pengukuran tinggi badan dengan papan ukur, lingkar lengan maupunlingkar kepala sampai dengan membaca Tabel Z-Score pada buku panduan yang disiapkan kami,”tandas tim.
Selaian itu, tin juga melalukan pengukuran pengetahuan dan keterampilan kader sebelum dan sesudah pelatihan. Alhasilnya menunjukan bahwa ada peningkatan pengetahuan kader sebelum dan sesudah diberikan pelatihan oleh tim PkM UKIM.
“Dari hasil pembinaan kader dan para Kader sendiri, terungkap bahwa mereka sangat bersyukur diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan, karena dari yang tidak tahu menjadi tahu dan nantinya mereka bisa mengaplikasikan dalam praktiknya setiap hari di Masyarakat Kudamati,”pungkasnya.