AMBON,N25NEWS.id-Walau tak sempat hadir pada pencanangan Mollucan Ukulele Day (MUD) yang berlangsung di Sport Hall Karpan Ambon Minggu (4/9),namun Founder Molucca Bamboowind Orchestra (MBO),Rence Alfons menyampaikaikan apresiasinya kepada Mollucan Ukulele Leaders,Selasa (6/9).
Menurutnya dimasa sekarang (jaman now) pembelajaran secara formal belum cukup.Pasalnya,generasi muda harus dididik untuk memiliki ketajaman rasa,karena berkaitan dengan emosional.Olehnya,bukan hanya IQ saja,tetapi EQ juga harus pertajam.
“Karena itu, komunitas ukulele merupakan wadah yang tepat untuk mengasah kemampuan non formal,karena musik kita belajar untuk mengola rasa dalam kolaborasi musik sehingga menemukan hormoni,”ujar Rence Alfons,kepada N25NEWS.id, belum lama ini.
Lebih lanjut menurut Rence Alfons, kolaborasi antar anak-anak tidak boleh ada perbedaan ruang,hal itu dilakukan guna anak-anak dipacu untuk mengola rasa,sehingga ritme dan melodinya bersamaan.
“Saya kira ukulele merupakan salah satu media untuk menyiapkan generasi muda masa depan yang handal,”ujar Rence Alfons.
Selain itu,menurut Rence Alfons generasi muda harus diberikan ruang,guna mereka memiliki kesadaran kultural, untuk bagaimana mereka paham mereka ini siapa,atau tau indentitas mereka.
Adapun, identitas generasi muda Maluku mengapa sangat penting,sebab jika identitas itu tidak ada,maka otomatis orang akan sangat individual.
“Saya contohkan kalau orang Maluku Tenggara tinggal di Ambon,yang menjadi pertanyaan sederhana apakah dia tau budaya Maluku Tenggara,atau orang Aru dan budaya lain-lain,”ucap Rence Alfons.
Ditambahkannya, generasi muda sangat apdet dengan IT,sehingga untuk mengkonsumsi musik tinggal di putar di YouTube dan cepat terakses.Karena itu generasi muda harus memiliki kesadaran kultural.
“Saya contohkan lagi,orang Pulau Haruku,misalnya vam Latuconsina,umpama kita bertanya kepadanya apakah tau tentang Matele,saya yakin kalau dia lahir di Ambon agak sulit menjelaskan itu,”paparnya.
“Untuk itu,saya berharap dengan ukulele kita bisa bangkitkan kesadaran kultural kepada anak-anak dengan cara mengenal lagu-lagu Maluku seperti Hena masa waya lete Hui,artinya lagu kedaeraan yang bersifat kultural yang paling cepat siap,”pungkasnya.