Jukulele Maluku Basudara Terus Bergema di Melbourne, Australia

by -11 views
by

Melbourne Australia- N25NEWS.id – Semangat melestarikan budaya Maluku terus hidup di tengah diaspora Indonesia. Hal ini terlihat dari eksistensi Group Jukulele Maluku Basudara Melbourne yang aktif memperkenalkan musik tradisional Maluku di Kota Melbourne.

Ketua Maluku Basudara Melbourne (MBM), Ina Siwabessy, menjelaskan bahwa grup Jukulele ini terbentuk sejak akhir tahun 2019 dengan jumlah awal hanya delapan orang. Namun, perjalanan mereka sempat terhambat pandemi COVID-19 pada 2020, sehingga latihan harus dilakukan secara daring.

“Awalnya peminat masih sedikit, hanya delapan orang dan yang aktif sekitar lima orang. Keterbatasan alat musik serta kurangnya kepercayaan diri membuat latihan belum maksimal,” ungkap Ina.

Grup ini dibina oleh Decky Nanere, yang menjadi motor penggerak dalam mengajak anggota MBM belajar ukulele.

Ia juga dikenal sering mengiringi lagu-lagu Maluku dalam berbagai kegiatan komunitas menggunakan alat musik tersebut.

Seiring waktu, kemampuan dan kepercayaan diri anggota terus berkembang. Kini, Group Jukulele Maluku Basudara rutin tampil dalam berbagai kegiatan MBM seperti Natal, Halal Bihalal, hingga Pattimura Day.

Mereka juga kerap diundang tampil di berbagai acara komunitas di Melbourne, seperti Bona Taon, Kawanua Konci Taon, Festival Indonesia, Tembang Nusantara, hingga Indonesian Street Food Festival yang telah diikuti untuk ketiga kalinya.

Pada penampilan terakhir di ajang tersebut, grup ini membawakan lagu-lagu Ambon dengan iringan ukulele. Selain lagu-lagu yang sudah familiar, mereka juga memperkenalkan karya tradisional Maluku seperti Papeda Dingin dan Hasil Alam (Pohon Sagu) yang mendapat sambutan hangat dari penonton.

MBM juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Nico Tulalessy yang turut memberikan pelatihan, arahan, serta pengalaman baru bagi para anggota. Kehadiran Nico dinilai memberikan semangat tambahan dalam mengembangkan kualitas bermusik grup tersebut.

Ina berharap, Group Jukulele MBM dapat terus konsisten memperkenalkan musik Maluku di Australia. Ia juga mengajak generasi muda di Maluku untuk terus berkarya dan melestarikan budaya daerah.

“Ini penting untuk mendukung Ambon sebagai City of Music, sekaligus mendorong agar pemain ukulele Maluku bisa dikenal hingga tingkat dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Nico Tulalessy memberikan apresiasi kepada MBM, khususnya Ina Siwabessy dan Decky Nanere, yang dinilai berkomitmen menggaungkan musik ukulele Maluku di Negeri Kanguru, Australia.
Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya, Group Jukulele Maluku Basudara Melbourne terus menjadi representasi musik Maluku di kancah internasional.

Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *