SULI,N25NEWS.id – Kegiatan Panggung Orang Basudara yang berlangsung pada Sabtu, 14 Maret 2026, di Negeri Suli telah menciptakan momen berharga yang menggugah semangat persatuan melalui musik.
Diprakarsai oleh anak-anak Sanggar Kalawai Nalawano di bawah kepemimpinan Chelsia Dirks/Tapilaha, event ini melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sanggar-sanggar seni lainnya dan pemuda dari beberapa daerah.
Dengan tema “Musik Orang Basudara: Harmoni Ramadhan dan Paskah”, kegiatan ini berhasil menunjukkan bahwa musik dapat menjadi jembatan untuk menyatukan perbedaan, baik latar belakang daerah maupun agama.
Tujuan utama dari Panggung Orang Basudara adalah untuk membangun kebersamaan dan persaudaraan di antara generasi muda.
Musisi dan penari dari berbagai wilayah berkolaborasi dalam satu panggung, memperlihatkan bahwa perbedaan seharusnya menjadi sumber kekuatan, bukan perpecahan.
Melalui penampilannya, generasi muda diajak untuk saling mengenal dan menghargai satu sama lain, menciptakan kehidupan yang damai di tengah keragaman.
Menghadapi Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Paskah, acara ini juga berfungsi sebagai momentum untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan saling menghormati.
Dalam suasana yang harmonis, peserta merayakan keberagaman dengan cara yang penuh kasih dan damai.
Musik yang mengalun menggambarkan harapan akan persatuan dan harmoni dalam masyarakat, sekaligus mendorong generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kesuksesan acara Panggung Orang Basudara tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga komunitas lokal.
Hadir dalam acara ini adalah perwakilan Gubernur Maluku, Ibu Hj. Rohani Vanath dari LASQI Nusantara Jaya, serta banyak tokoh masyarakat lainnya.
Pembukaan resmi acara ditandai dengan pemukulan gong dan alat musik tradisional, yang menambah semarak suasana.
Harapan agar kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan sangat terdengar, dan panitia berharap dukungan berkelanjutan akan membantu menjamin keberlangsungan acara di masa mendatang.
Kegiatan ini tak hanya menampilkan bakat dan kreativitas anak muda, tetapi juga menciptakan ruang diskusi mengenai pentingnya kerukunan antar umat beragama.
Melalui Panggung Orang Basudara, diharapkan generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga agen perdamaian yang aktif dalam membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis.
Dengan semangat harus terus digaungkan, mari kita wujudkan dunia yang lebih damai, bersatu dalam keragaman, dan saling menghormati di bumi tercinta ini.
Editor : Redaksi