JAKARTA,N25NEWS.id –Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menggelar Ibadah dan Perayaan Natal Bersama Tahun 2025 Pada tanggal 23 Januari 2026.
Acara yang diadakan secara hybrid ini menjadi momen refleksi spiritual bagi pegawai kementerian sekaligus memperkuat nilai-nilai keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.
Dengan tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dan subtema “Melalui Natal Kita Kuatkan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045”, perayaan ini mengajak semua peserta untuk merenungkan peran strategis keluarga dalam kehidupan pribadi, masyarakat, dan negara.
Tema dan subtema Natal kali ini dipilih dengan cermat, mencerminkan mandat kementerian yang menempatkan keluarga sebagai unit terkecil namun paling penting dalam pembentukan karakter bangsa.
Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, menyatakan bahwa tema ini sangat relevan sebagai ruang untuk refleksi diri dan penguatan fungsi keluarga.
“Keluarga adalah inti dari segala sesuatu, dan peran mereka sangat vital dalam membangun karakter generasi mendatang,” ujarnya dalam sambutan resmi.
Dalam perspektif Kemendukbangga/BKKBN, terdapat delapan fungsi keluarga yang harus diperkuat, yakni:
1. Fungsi Agama: Menanamkan nilai-nilai spiritual yang membentuk akhlak.
2. Fungsi Sosial Budaya: Menjaga warisan budaya dan memperkuat identitas masyarakat.
3. Fungsi Cinta Kasih: Menciptakan suasana kasih dalam keluarga untuk menjamin kesejahteraan emosional.
4. Fungsi Perlindungan: Memberikan perlindungan fisik dan mental bagi anggota keluarga.
5. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan: Mendidik anak-anak agar menjadi individu yang bertanggung jawab.
6. Fungsi Ekonomi: Menciptakan stabilitas finansial yang mendukung kebutuhan keluarga.
7. Fungsi Lingkungan: Mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan hidup.
8. Fungsi Reproduksi: Membentuk generasi baru yang sehat dan berkualitas.
Kedelapan fungsi ini tidak hanya menjadi semangat, tetapi juga landasan kerja kementerian dalam memperkuat ketahanan keluarga Indonesia. Seperti yang dinyatakan oleh Menteri Wihaji, “Lembaga terkecil adalah keluarga.” Hal ini menunjukkan bahwa upaya pembangunan berawal dari unit terkecil dalam masyarakat.
Melalui perayaan Natal ini, seluruh pegawai diingatkan kembali bahwa kekuatan institusi, termasuk negara, berakar dari kekuatan keluarga. Keluarga yang sehat, harmonis, dan melaksanakan fungsi-fungsinya secara optimal akan melahirkan sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing tinggi.
“Semua dimulai dari keluarga. Jika keluarga kuat, maka negara pun akan lebih kuat,” tambah Menteri Wihaji.
Sumber : Bkkbn Maluku
Editor : Redaksi