73 Keluarga di Laha Dapat Akses Air Bersih, Upaya Cegah Stunting Diperkuat

by
by

AMBON,N25NEWD.id  – Pencegahan stunting tidak cukup hanya melalui pemenuhan gizi anak. Ketersediaan air bersih dan lingkungan sehat juga menjadi faktor penting untuk melindungi kesehatan keluarga, terutama ibu dan anak.

Persoalan mendasar tersebut menjadi perhatian PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Pattimura Ambon bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku melalui penyaluran bantuan penyediaan air bersih bagi 73 keluarga di Negeri Laha, Kota Ambon, Senin (2/11/2026).

Bantuan ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Sehat Bersama InJourney Airports Tahun 2026 yang disinergikan dengan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE, mengatakan, kolaborasi lintas sektor harus diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kerja sama di atas dokumen.

“Senang sekali kita bisa bersama-sama mewujudkan suatu aksi kolaborasi yang bukan hanya sekadar ada di atas MOU, tapi bagaimana kita bisa berdampak bagi masyarakat,” ujar Edi.

Ia mengungkapkan, stunting masih menjadi tantangan serius di Maluku. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, prevalensi stunting di Maluku mencapai 28,4 persen. Sementara Kota Ambon berada pada angka 19,7 persen.

Negeri Laha juga disebut masih menjadi salah satu wilayah dengan kontribusi kasus stunting yang cukup besar di Kota Ambon.
Menurut Edi, persoalan stunting tidak bisa hanya dilihat dari aspek kekurangan gizi.

Kondisi lingkungan, sanitasi, serta ketersediaan air bersih turut menentukan kesehatan anak dan kualitas tumbuh kembangnya.

“Stunting bukan cuma masalah kekurangan gizi. Stunting adalah masa depan dari Maluku dan Kota Ambon itu sendiri,” tegasnya.

Ia mengingatkan, anak-anak yang saat ini tumbuh dalam keluarga berisiko stunting merupakan generasi yang akan memasuki usia produktif sekitar 20 tahun mendatang.

Karena itu, intervensi yang dilakukan sejak sekarang menjadi investasi penting bagi kualitas sumber daya manusia Maluku.

“Jadi ini sama kayak mengawal masa depan 20 tahun ke depan,” ungkapnya.

Bantuan air bersih bagi 73 keluarga di Negeri Laha diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat lingkungan yang tidak sehat. Sebab, infeksi berulang yang berkaitan dengan buruknya kualitas air dan sanitasi dapat mengganggu penyerapan gizi anak.

Raja Negeri Laha menyambut baik bantuan tersebut. Ia berharap fasilitas yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan dijaga bersama oleh masyarakat agar manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek.

Menurutnya, keberlanjutan fasilitas menjadi hal penting sehingga bantuan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses air bersih.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, mengatakan penyediaan air bersih merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

“Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting dalam menjaga kesehatan, meningkatkan kualitas hidup, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” kata Johan.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga penerima sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui Program GENTING.

Johan juga mengajak berbagai pihak untuk terus membangun kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, Edi Setiawan mendorong keterlibatan lebih luas dari badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), maupun sektor swasta dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Maluku.

Menurutnya, persoalan keluarga berisiko stunting membutuhkan penanganan bersama karena tidak seluruh tantangan dapat diselesaikan hanya melalui intervensi pemerintah.

Bantuan air bersih untuk 73 keluarga di Negeri Laha menjadi salah satu bentuk intervensi terhadap faktor lingkungan yang memengaruhi kesehatan anak. Namun, keberlanjutan pemanfaatan fasilitas dan keterlibatan berbagai pihak tetap diperlukan agar akses terhadap air bersih benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Sebab, upaya melahirkan generasi Maluku yang sehat dan berkualitas harus dimulai dari kebutuhan paling mendasar di lingkungan keluarga.

Sumber : Bkkbn Maluku

Editor    : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *