AMBON,N25NEWS.id-SMA Negeri 6 Ambon ingin mengembalikan marwah sebagai sekolah yang berciri khas atau branding school seni dan budaya.Oleh sebab itu,masuknya program ukulele di SMA Negeri 6 disambut baik oleh pihak sekolah.
Hal ini dikatakan Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Ambon,Dra.L.L.L Nahumury,M.Pd, kepada N25NEWS.id,ketika ditemui di ruang kerjanya,Selasa (19/7/2022).
Lebih lanjut, menurut Nahumury,kehadiran musik tradisional Ukulele di SMA Negeri 6 Ambon sangat tepat sebab, SMA 6 adalah satu-satunya sekolah yang berciri khas seni dan budaya yang tetap melestarikan nilai-nilai seni dan budaya di sekolah menjadi seni musik tradisional dan itu adalah marwahnya.
“Saya merekomendasikan alat musik tradisional Ukulele masuk di SMA Negeri 6 Ambon karena itu tadi branding school kita itu adalah seni dan budaya dan ukulele adalah alat musik tradisional yang perlu kita kembangkan,”kata Nahumury.
Dikatakannya lagi, ukulele yang kalau di Maluku disebut “Juk” ini tentu bila kembangkan di sekolah akan bermanfaat bagi siswa-siswi dalam mengembangkan skill (keahlian) minat dan bakat terhadap musik tradisional, sehingga dapat mengikuti berbagai kegiatan-kegiatan prestasi.
“Saya percaya bahwa kebanyakan siswa-siswi SMA Negeri 6 Ambon memiliki bakat seni yang memang luar biasa dan tentu perlu kita tumbuh kembangkan demi untuk kemajuan dan nama sekolah,”ujar Nahumury.
Selain itu, Nahumury menambahkan bahwa diterapkannya program ukulele di SMA Negeri 6 Ambon pada tahun ajaran baru,ini mengimplementasikan kurikulum merdeka mandiri.Dimana kurikulum merdeka mandiri tersebut proses pembelajaran kontekstual berbasis proyek,yang membutuhkan siswa-siswi memiliki skill dan bakat sesuai dengan pendalaman musik yang perlu ditingkatkan.
Olehnya kita tetap menumbuh kembangkan musik tradisional ukulele di sekolah ini,”ucap Nahumury.
Sementara itu,pelatih musik tradisional Ukulele, Nicho Tulalessy mengatakan program ukulele masuk di SMA Negeri 6 Ambon,tentu hal ini sangat berdampak positif,sebab SMA 6 memang dasarnya berciri khas seni dan budaya.
Menurut Nicho Tulalessy yang juga adalah Founder Amboina Ukulele Kids Community (AUKC) program musik tradisional Ukulele yang diterapkan merupakan pendidikan karakter musik zaman yang juga sudah dilakukan di komunitas ukulele yakni AUKC.
“Ketika saya di undang ke sekolah sebagai pelatih Ukulele,saya lihat siswa-siswi SMA Negeri 6 Ambon lumayan cerdas,sebab saya hanya mengajar sebentar namun mereka sudah paham,”akui Nicho Tulalessy.
Adapun,siswa-siswi ada yang sudah miliki ukulele sendiri,sedangkan yang belum,disediakan oleh pihak sekolah.Olehnya, kegiatan ini kiranya dapat mempengaruhi siswa-siswi lainnya.Untuk saat ini program ukulele masih mulai dengan sekitar 20an anak.
Sebagai informasi juga kegiatan ukulele ini juga sudah dilaksanakan pada SMA Xaverius Ambon,namun itu sekolah swasta.Sedangkan SMA Negeri 6 Ambon,sekolah negeri pertama sebagai sekolah berciri khas seni dan budaya.
Nicho ingin kedepannya jika ada pergantian Kepala Sekolah di SMA Negeri 6 Ambon,Kepsek yang baru tetap menjalankan program ukulele,sehingga ketika ada iven-iven kebudayaan dan pariwisata siswa-siswi dari SMA Negeri 6 Ambon juga bisa berprestasi.
“Untuk itu,saya berharap SMA Negeri 6 Ambon terus melahirkan siswa-siswi yang cerdas,menjaga budaya saat mereka berkompetisi mereka bagian dari anak-anak yang hebat,”tandas Nicho Tulalessy.
Editor : Aris Wuarbanaran