Menteri Wihaji Perkuat Intervensi Keluarga Risiko Stunting, Fokus Hunian Hingga Gizi

by -2 views
by

PEMALANG,N25NEWS.id – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd, meninjau langsung keluarga risiko stunting (KRS) di Kabupaten Pemalang, Kamis (23/04/2026). Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan intervensi pemerintah benar-benar menyasar akar persoalan stunting, khususnya terkait kondisi hunian, sanitasi, dan lingkungan tumbuh kembang anak.

Kegiatan tersebut turut melibatkan pemerintah daerah dan unsur Forkopimda guna melihat secara langsung kondisi keluarga penerima manfaat serta memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Peninjauan pertama dilakukan pada keluarga Basrun (73) dan Tariyah (63) di Desa Bantarsari. Pasangan lansia ini hidup dalam keterbatasan ekonomi dan menempati rumah semi permanen dengan kondisi memprihatinkan, seperti atap bocor dan lantai tanah yang berisiko terhadap kesehatan. Mereka juga mengasuh seorang cucu balita yang menjadi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kategori 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Menteri Wihaji menegaskan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya melalui intervensi gizi semata, melainkan harus dimulai dari perbaikan kualitas hidup keluarga secara menyeluruh.

“Kalau rumah tidak layak dan sanitasinya tidak sehat, anak akan sulit tumbuh optimal. Karena itu negara hadir memastikan bantuan benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan,” ujar Wihaji.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke keluarga Muta Alim (36) dan Irmawati (35), yang bekerja sebagai buruh lepas dengan penghasilan sekitar Rp850.000 per bulan. Mereka tinggal di rumah semi permanen berlantai tanah bersama dua kepala keluarga dengan total tujuh anggota keluarga, yang masuk kategori keluarga risiko stunting akibat kondisi hunian tidak layak serta keterbatasan fasilitas sanitasi.
Melalui kolaborasi lintas sektor, keluarga ini menerima bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari BAZNAS, serta dukungan perbaikan dapur dan fasilitas MCK melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang dijalankan oleh Rumah Zakat bersama Kemendukbangga/BKKBN.

Intervensi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan rumah yang lebih sehat dan layak, sehingga mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Upaya ini menunjukkan bahwa percepatan penurunan stunting dilakukan secara komprehensif, tidak hanya berfokus pada pemenuhan asupan gizi, tetapi juga pada perbaikan lingkungan keluarga sebagai faktor penting dalam mencegah risiko kesehatan jangka panjang.

Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai mitra pembangunan guna memastikan setiap keluarga Indonesia mendapatkan akses terhadap hunian layak, sanitasi sehat, serta pendampingan berkelanjutan demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Penulis : emah

Editor   : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *