AMBON,N25NEWS.id-Penjabatb Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Daniel Indey lewat kuasa hukumnya,Fredik.J.M.Movun,SH.,menegaskan bahwa pemberitaan pada media online N25NEWS.id,dengan judul “Rampas Brangkas Daerah Penjabat Bupati KKT Diduga Menyimpan Uang Ratusan Juta Pada Dua SKPD,Bendahara Umum Daerah,PPKD Bubar Saja”,itu tidak benar.
Hal tersebut disampaikan kuasa hukum Pj Bupati KKT,Fredik Movun,lewat surat 018/Adv-FM/HJ/2022,kepada wartawan N25NEWS.id,di Ambon untuk menyampaikan hak jawab,sekaligus berita klarifikasi Pj Bupati KKT atas pemberitaan diatas.
Untuk itu,atas pemberitaan yang tidak benar tersebut,maka Pj Bupati menyampaikan beberapa poin yakni,terkait dengan berita tersebut pada paragraf pertama,bahwa Pj Bupati KKT menyimpan uang ratusan juta rupiah di dua SKPD itu tidak benar dan memang tidak pernah ada Pj Bupati Daniel Indey menyimpan uang satu rupiah pun.
Oleh karena itu,Pj Bupati meminta kepada wartawan yang menulis berita tersebut harus bisa dibuktikan juga.
Kemudian pada paragraf kedua,terkait dengan SKPD,Pj Bupati tegaskan SKPD yang mana.Karena Pj Bupati tidak pernah tau bahwa ada SKPD yang menyimpan uang daerah.
Sedangkan terkait dengan pemberitaan tersebut yang menyebut bahwa di non aktifkan Kepala BPKAD KKT, Pj Bupati jelaskan bahwa tidak ada,karena memang tidak dinonaktifkan,tetapi membatasi kewenangannya.
Kemudian paragraf berikut yang menyebut ada skenario yang dibuat Pj Bupati dengan maksud memperkaya diri,itu juga sama sekali tidak benar.
Penjabat Bupati mengatakan dengan tegas terkait dirinya bertugas di KKT hanya untuk memperkaya diri sendiri,itu sama sekali tidak benar. Sebab dirinya baru menjabat kurang lebih selam 6 Bulan.
Jadi terkait dengan pemberitaan dari wartawan bahwa dirinya miliki motivasi untuk memperkaya diri sendiri, Pj Bupati KKT mengatakan sama sekali tidaklah benar dan mendasar, bahkan penjabat Bupati KKT melakukan penghematan terhadap keuangan daerah.
Seperti dalam Perjalan dinasnya saja tidak pernah membawa keluarga bahkan tidak membawa ajudan dan juga tidak mengunakan mengunakan fasiltas bisnis yang dimiliki pesawat yang seharusnya disiapkan oleh daerah karena jabatan beliau selaku penjabat daerah.
Termasuk fasitias selama menjalankan perjalan dinas, hotel yang di anggarkan kurang lebih 3 juta rupiah perhari namun yang biasa dipake hanyalah fasilitas biasa yang anggarannya berkisar 1,5 juta rupiah perhari, demi keterbatasan keuangan daerah.
Sedangkan terkait dengan Pj Bupati yang sering keluar daerah itu juga tidak benar, yang benar adalah sering berangkatnya Pj Bupati karena ada tugas selaku kepala daerah.
Jadi bukan semata-mata Pj Bupati keluar daerah begitu saja,tetapi memang ada tugas-tugas yang harus dilaksanakan.(**)