AMBON, N25NEWS.id – Prestasi atlet membawa nama Maluku ke tingkat nasional hingga internasional. Namun di balik medali dan prestasi tersebut, masih terdapat pekerjaan rumah dalam memastikan pembinaan, penghargaan dan dukungan terhadap atlet serta pelatih terus berjalan.
Hal itu menjadi salah satu pesan penting Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, saat menghadiri Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Rabu (9/9/2026).
Mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”, Haornas tahun ini tidak hanya menjadi momentum penghargaan bagi insan olahraga, tetapi juga mengingatkan bahwa olahraga merupakan bagian dari investasi pembangunan manusia.
Dalam sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakan pada kegiatan tersebut, ditegaskan bahwa olahraga harus dipandang sebagai investasi bangsa, bukan sekadar biaya.
Investasi olahraga dinilai bukan hanya menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga membentuk masyarakat yang sehat, produktif, disiplin, tangguh, sportif dan memiliki daya juang.
Pesan tersebut mendapat perhatian khusus dari Wagub Abdullah Vanath. Ia menyampaikan penghargaan kepada para atlet, pelatih dan organisasi olahraga yang selama ini terus berjuang mengharumkan nama Maluku.
“Terima kasih karena telah mengharumkan nama Maluku. Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada para atlet, pelatih dan seluruh organisasi yang terus membina olahraga di Maluku,” ujar Vanath.
Namun, Vanath juga terbuka mengakui bahwa pemerintah daerah masih menghadapi keterbatasan dalam dukungan anggaran pembinaan olahraga.
Keterbatasan tersebut, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan hak maupun penghargaan terhadap atlet dan pelatih yang telah mengukir prestasi.
Ia memastikan pemerintah daerah tetap memiliki komitmen untuk memenuhi apresiasi yang telah direncanakan bagi atlet berprestasi, meskipun dalam pelaksanaannya terdapat keterlambatan.
“Kalau ada keterlambatan, itu bukan karena unsur kesengajaan. Kami tetap akan memenuhi komitmen tersebut,” tegasnya.
Vanath juga memilih menyampaikan kondisi tersebut secara terbuka kepada insan olahraga.
“Lebih baik kami jujur daripada Bapak dan Ibu terus menunggu tanpa kepastian,” katanya.
Bagi atlet, keterbukaan tersebut menjadi penting karena penghargaan bukan hanya persoalan nominal, tetapi juga bentuk pengakuan pemerintah terhadap perjuangan mereka membawa nama daerah.
Selain persoalan prestasi, Wagub menilai pembangunan olahraga Maluku tidak boleh hanya berfokus pada pencarian atlet juara.
Menurutnya, prestasi harus dibangun dari ekosistem olahraga yang kuat. Atlet berprestasi tidak lahir secara tiba-tiba, tetapi tumbuh dari masyarakat yang terbiasa hidup aktif dan berolahraga.
Karena itu, pemerintah daerah didorong membangun budaya olahraga mulai dari lingkungan paling kecil.
“Atlet juara lahir dari masyarakat yang gemar berolahraga. Karena itu, mari kita bangun budaya olahraga di Maluku, mulai dari keluarga, sekolah, lingkungan kerja hingga desa dan kelurahan,” ajaknya.
Sejalan dengan pesan Haornas 2026, pemerintah daerah juga didorong menyediakan ruang publik dan fasilitas olahraga yang mudah diakses masyarakat, termasuk jalur pejalan kaki dan jalur bersepeda.
Fasilitas tersebut perlu didukung program olahraga yang mudah, murah, aman dan inklusif, sehingga olahraga tidak hanya menjadi aktivitas kelompok tertentu, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Pembangunan olahraga Maluku pada akhirnya membutuhkan ekosistem yang saling terhubung: budaya olahraga, pembinaan prestasi dan industri olahraga.
Pemerintah, KONI, organisasi olahraga, sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas dan masyarakat memiliki peran masing-masing.
Dengan ekosistem tersebut, olahraga tidak hanya menghasilkan medali, tetapi juga menciptakan masyarakat yang lebih sehat sekaligus membuka ruang ekonomi bagi pelaku olahraga.
Haornas 2026 menjadi pengingat bahwa investasi olahraga pada akhirnya adalah investasi terhadap manusia Maluku.
Sebab sebelum berbicara tentang atlet juara, Maluku membutuhkan masyarakat yang aktif, sehat dan bugar.
Dari masyarakat yang gemar berolahraga itulah diharapkan lahir generasi atlet yang mampu kembali mengharumkan nama Maluku.
Olahraga bukan sekadar pertandingan. Di dalamnya ada kesehatan, karakter, prestasi dan masa depan sumber daya manusia Maluku.
Sumber :Diskominfo Maluku
Editor : Redaksi