HUT ke-451 Kota Ambon: UMKM Jadi Kado Terindah, Penataan Kota Masih Jadi Pekerjaan Rumah

by
by

AMBON, N25NEWS.id — Memasuki usia ke-451 tahun, Kota Ambon mencatat sejumlah perkembangan di bawah kepemimpinan Wali Kota Bodewin M. Wattimena dan Wakil Wali Kota Elly Toisutta. Sejumlah program prioritas mulai direalisasikan, meski beberapa persoalan perkotaan masih membutuhkan penanganan serius.

Salah satu capaian yang patut diapresiasi adalah perhatian pemerintah terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Dalam berbagai event yang digelar di Kota Ambon, pelaku UMKM semakin diberikan ruang untuk berjualan dan mempromosikan produk. Pemerintah juga menyediakan booth UMKM di sejumlah kegiatan sebagai upaya membuka akses pasar sekaligus mendorong peningkatan pendapatan pelaku usaha.

Kebijakan tersebut menjadi langkah strategis di tengah efisiensi anggaran dan kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat mendapatkan ruang untuk tetap tumbuh.

Namun, pembangunan Kota Ambon masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah.

Penataan Pasar dan Terminal Mardika menjadi salah satu perhatian pemerintah. Meski berbagai upaya pembenahan telah dilakukan, kondisi di lapangan masih menunjukkan sejumlah persoalan.

Pedagang kembali menggunakan ruang yang tidak semestinya, sementara angkutan kota yang tidak tertib masih menjadi bagian dari persoalan kawasan tersebut.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penataan tidak cukup hanya melalui pembenahan fisik. Pengawasan dan penegakan aturan perlu dilakukan secara konsisten agar kawasan yang telah ditata tidak kembali kepada kondisi sebelumnya.

Persoalan sampah juga masih menjadi tantangan Kota Ambon.

Pemerintah telah melakukan upaya peningkatan pelayanan, termasuk melalui pengadaan armada kebersihan. Namun, persoalan tersebut juga berkaitan dengan perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.

Karena itu, penanganan sampah membutuhkan dua sisi sekaligus: pelayanan pemerintah yang semakin baik dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Kemacetan juga masih menjadi persoalan di sejumlah ruas jalan. Kepadatan kendaraan menunjukkan bahwa penataan transportasi dan pengendalian lalu lintas masih membutuhkan solusi yang lebih konsisten.

Di sektor infrastruktur, sejumlah ruas jalan mulai mendapatkan perbaikan dan pengaspalan.

Langkah tersebut menjadi respons terhadap kebutuhan masyarakat, meskipun belum seluruh ruas jalan dapat ditangani. Keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menentukan prioritas pembangunan berdasarkan tingkat kebutuhan dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.

Memasuki usia 451 tahun, masyarakat tidak hanya membutuhkan pembangunan yang terlihat, tetapi juga hasil yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemberian ruang yang lebih luas bagi UMKM menjadi salah satu langkah positif yang layak diapresiasi. Di sisi lain, persoalan Mardika, ketertiban angkutan kota, sampah, kemacetan dan infrastruktur menunjukkan masih adanya pekerjaan yang harus diselesaikan.

Momentum HUT ke-451 Kota Ambon menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk memperkuat program yang sudah berjalan sekaligus mengevaluasi kebijakan yang belum memberikan hasil maksimal.

Harapan masyarakat pun sederhana: Kota Ambon semakin tertib, bersih, nyaman, infrastrukturnya membaik, dan ekonominya memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat.

Dengan demikian, pembangunan tidak berhenti pada program dan kebijakan, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan yang dirasakan warga.

Penulis : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *