AMBON, N25NEWS.id – Tiga tahun bertugas sebagai Konsul-Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias akhirnya berpamitan. Namun, kepergiannya bukan sekadar pergantian diplomat. Di Maluku, masa tugas Dias meninggalkan sejumlah program kerja sama yang menyentuh pendidikan, pemerintahan, ekonomi masyarakat, lingkungan hingga hubungan kebudayaan Australia-Indonesia.
Todd Dias dijadwalkan kembali ke Australia untuk menjalankan penugasan baru di Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) di Canberra. Sementara posisi Konsul-Jenderal Australia di Makassar akan dilanjutkan Sanchi Davis, diplomat yang juga fasih berbahasa Indonesia.
Dari tata kelola pemerintahan hingga pemberdayaan nelayan
Selama tiga tahun, pemerintah Australia melalui berbagai program memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat di Maluku.
Salah satunya melalui program pembangunan Australia-Indonesia SKALA, yang mendukung peningkatan tata kelola pemerintahan subnasional.
Di bidang pendidikan, Australia melalui program INOVASI bekerja sama dengan empat daerah, yakni Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Maluku Tenggara dan Kota Ambon.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi guru sekaligus mendukung pembelajaran berbasis bahasa ibu.
Dampak kerja sama juga menyentuh masyarakat di tingkat desa.
Melalui Direct Aid Program (DAP), Australia mendukung restorasi ekosistem mangrove di Desa Poka, Kota Ambon, melalui penanaman kembali dan konservasi berbasis masyarakat.
Sementara di Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, dukungan diberikan kepada nelayan melalui bantuan rumpon untuk meningkatkan hasil tangkapan.
Tidak berhenti pada peningkatan hasil laut, masyarakat juga mendapatkan pelatihan pengolahan hasil tangkapan menjadi produk turunan seperti abon dan bakso ikan. Program ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus pendapatan rumah tangga nelayan.
Empat kali datang ke Maluku
Selama masa tugasnya, Todd Dias dikenal aktif membangun hubungan dengan masyarakat dan mitra kerja di wilayah yurisdiksinya yang mencakup 12 provinsi.
Maluku menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus.
Dias tercatat mengunjungi Maluku sebanyak empat kali, termasuk Ambon, Pulau Seram dan Saumlaki.
Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan yang memperkuat hubungan masyarakat Australia dan Maluku, termasuk Darwin-Ambon Yacht Race, Darwin-Saumlaki Yacht Race, Darwin-Banda Yacht Race, serta peringatan ANZAC Day di Ambon.
Pada 2025, Dias juga mengunjungi Maluku bersama Duta Besar Australia Rod Brazier.
“Maluku sangat dekat dengan Australia”
Dalam pernyataan perpisahannya, Todd Dias mengaku berat meninggalkan Maluku setelah tiga tahun menjalankan tugas.
Ia menyampaikan apresiasi atas persahabatan, dukungan dan kehangatan masyarakat serta mitra kerja yang diterimanya selama berada di wilayah tersebut.
“Sangat sedih bagi saya harus menyelesaikan masa tugas saya, tetapi saya merasa bahagia dan bangga karena telah memberikan yang terbaik selama tiga tahun terakhir untuk mempererat hubungan kedua negara kita,” ujar Dias.
Ia juga menilai posisi Maluku memiliki arti khusus dalam hubungan Australia-Indonesia.
Menurut Dias, kedekatan sejarah menjadi salah satu alasan pentingnya Maluku bagi Australia.
“Maluku sangat dekat Australia dan ada lebih dari 1.000 prajurit Australia dimakamkan di sini, jadi mungkin ini adalah salah satu provinsi Indonesia yang paling penting bagi Australia,” katanya.
Pergantian diplomat, apakah kerja sama akan semakin kuat?
Berakhirnya masa tugas Todd Dias menandai pergantian figur dalam hubungan diplomatik Australia dengan Indonesia bagian timur.
Namun, berbagai program yang telah dibangun selama tiga tahun terakhir menjadi modal untuk melanjutkan kerja sama di Maluku, khususnya dalam bidang pendidikan, pemerintahan, ekonomi masyarakat, lingkungan dan kebudayaan.
Dias memastikan komitmen kerja sama yang telah terbangun akan terus berlanjut.
Kini, tongkat estafet Konsul-Jenderal Australia di Makassar akan berpindah kepada Sanchi Davis.
Pertanyaannya, sejauh mana kerja sama Australia-Maluku yang telah dibangun selama tiga tahun terakhir dapat diperluas dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat di masa mendatang?
Pergantian diplomat bukan berarti berakhirnya hubungan. Justru, bagi Maluku dan Australia, babak berikutnya menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama yang telah dibangun dari hubungan sejarah, masyarakat, pendidikan, ekonomi hingga kebudayaan.