SAPARUA, N25NEWS.id – Ribuan warga memadati puncak Gunung Saniri, Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, untuk menyaksikan prosesi sakral pembakaran Obor Pattimura, Kamis (14/5).
Tradisi yang sarat nilai budaya dan sejarah itu berlangsung khidmat namun sederhana. Penyalaan api dilakukan secara tradisional menggunakan unar atau pelepah bambu kering yang kemudian disulut hingga menyalakan Obor Pattimura.
Prosesi sakral tersebut dipimpin para tua adat Negeri Tuhaha di kawasan Gunung Saniri yang dikenal sebagai lokasi bersejarah bagi masyarakat Saparua.
Masyarakat Negeri Tuhaha tampak antusias menyaksikan jalannya ritual adat tersebut. Selain warga, hadir pula para raja se-Kecamatan Saparua dan Saparua Timur, Camat Saparua bersama jajaran pemerintah setempat.
Berdasarkan pantauan N25NEWS.id, proses pembuatan hingga pengambilan api berlangsung sekitar empat menit. Suasana haru dan penuh semangat langsung pecah ketika titik api berhasil muncul dan disulut ke Obor Pattimura.
Bunyi pukulan tifa menggema di puncak Gunung Saniri, disambut sorak histeris peserta upacara dan masyarakat yang hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Setelah obor berhasil dinyalakan, api kemudian dibawa menuju Kota Saparua. Arak-arakan obor berlangsung meriah dengan iringan masyarakat yang berjalan bersama mengawal Obor Pattimura sebagai simbol semangat perjuangan dan persatuan masyarakat Maluku.
Penulis : Ika
Editor : Redaksi