AMBON-Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Maluku,dr.Muliwaty Bulo,M.Si didampingi Ketua Tim Kerja Pengendalian Penduduk Marthin Manuputty,S.Sos.,M.Si., dan Ketua Tim Kerja Hubungan Antar Lembaga dan Peran Serta Masyarakat Meivie Matulessy, SE., M.A melakukan audience dengan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, SH., LL.M. yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Maluku, Dr. Djalaluddin Salampessy,S.Pi.,SH., M.Si, yang berlangsung diruang kerja Kantor Gubernur Maluku,Selasa (6/5/2025).
Dalam audience tersebut,dr. Mauliwaty Bulo menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang menyempatkan menerima audience bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku di tengah kesibukan melaksanakan tugas pemerintahan.
Selain itu,dr. Mauliwaty Bulo juga memaparkan saat ini BKKBN telah bertransformasi menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga).
Dirinya berharap,ke depannya akan semakin luas pemahaman tentang pentingnya keluarga dalam pembangunan bangsa.Olehnya,keluarga bukan hanya dilihat sebagai unit reproduksi, tetapi juga sebagai unit sosial, ekonomi,dan budaya yang memiliki peran penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia.
Tak lupa dr.Mauliwaty Bulo menyinggung filosofi Kemendukbangga yakni Bunga (flower), Lebah (bee), dan Madu (honey) yang mengandung makna mendalam tentang peran keluarga dalam pembangunan bangsa.
“Bunga: melambangkan keindahan, keharuman, dan potensi generasi penerus bangsa.Bunga yang mekar melambangkan keluarga yang sehat, harmonis, dan produktif.Lebah: melambangkan kerja keras, gotong royong, dan produktivitas. Lebah yang bekerja sama menghasilkan madu melambangkan keluarga yang berdaya saing dan berkontribusi bagi masyarakat, dan Madu: melambangkan hasil dari kerja keras dan kebersamaan.Madu yang manis dan berkhasiat melambangkan keluarga yang sejahtera, bahagia, dan berkualitas.Ketiga simbol ini secara bersama-sama menggambarkan filosofi Kemendukbangga, yaitu keluarga sebagai sumber daya yang berharga bagi bangsa, keluarga yang produktif dan berdaya saing, serta keluarga yang sejahtera dan bahagia,” tuturnya.
dr. Mauliwaty Bulo menambahkan,Kemendukbangga/BKKBN memiliki target dalam pembangunan keluarga yang meliputi semua siklus hidup manusia, mulai dari ibu hamil, baduta, Balita, remaja, pra-nikah, kehamilan, hingga masa lansia.
Adapun,target-target yang diberikan sangat berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas keluarga, pengendalian penduduk, dan pencegahan stunting.
“Oleh karena itu,kami meminta dukungan dari Bapak Gubernur untuk suksesnya pelaksanaan program Banggakencana di Provinsi Maluku.
Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN juga memiliki serangkaian program cepat/quick win yang terdiri atas Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) , Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Super Apps keluarga Indonesia dan Lansia Berdaya (SIDAYA).
Quick win ini dirancang untuk memberikan dampak langsung dalam upaya penurunan stunting, peningkatan ketahanan keluarga, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami juga telah menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sub bidang KB kepada Kabupaten/Kota berupa fisik dan non fisik dan diharapkan dapat menunjang pelaksanaan program dan kegiatan dilapangan sesuai dengan juknis yang telah diberikan dan mengoptimalkan anggaran yang telah diberikan oleh pemerintah pusat agar realisasi dan target-target yang diberikan bisa mencapai 100 persen,”paparnya.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menyambut baik seluruh program yang dipaparkan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Maluku.
”Dengan adanya program dari Kemendukbangga/ BKKBN ini, kita harapkan dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidupnya. BKKBN tidak datang hanya dengan program saja, akan tetapi telah dibekali dengan anggaran DAK yang nantinya dapat digunakan secara bijak oleh pemerintah daerah sebagai modal keberlangsungan program di seluruh kabupaten kota yang ada di Maluku,” ujarnya.
Di akhir pertemuan ini Kepala Perwakilan BKKBN menyerahkan secara resmi Laporan Kependudukan Provinsi Maluku Tahun 2024 kepala Gubernur Maluku.(**)