AMBON,N25NEWS.id-Angka stunting pada balita di Kabupaten Kepulauan Aru, provinsi Maluku menjukan tren penurunan sesuai data riset dan survei Kementerian Kesehatan,sejak tahun 2018 prevalensi stunting Maluku secara konsisten menurun dari 34 persen menjadi 28,7 persen pada tahun 2021.
“Turunnya prevalensi stunting di Aru,dikarenakan masifnya pemerintah provinsi dan daerah setempat melakukan intervensi penanganan,”kata Duta Perangi Stunting (Parenting) provinsi Maluku,Ny.Widya Pratiwi Murad saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Monitoring Evaluasi (Monev) Percepatan Penurunan Stunting yang berlangsung di aula BPKAD,Kota Dobo,Selasa (26/7).
Dijelaskannya,untuk dapat menurunkan prevalensi stunting, maka pemerintah telah menetapkan target-target indikator intervensi spesifik dan sensitive yang harus dicapai. Jika seluruh intervensi spesifik seperti, ASI Eksklusif, imunisasi, semua remaja dan ibu hamil minum tablet tambah darah pemberian makanan tambahan, baik kepada ibu hamil maupun balita dapat mencakup seluruh sasaran dan dengan intervensi yang lengkap, maka stunting akan turun dengan cepat.
“Intervensi spesifik dan sensitive harus dilakukan secara lengkap dan terpadu, karena akan percuma jika memberikan PMT, Obat cacing, Vitamin A, Tablet tambah darah, jika sanitasinya buruk, tidak akan bermanfaat,”ujar Widya.
Pada kesempatan itu, Widya juga menjelaskan, persoalan stunting di Kabupaten Kepulauan Aru, bukan terletak pada tidak adanya program, tetapi lebih kepada pelaksanaan program yang tidak terkoordinasikan dan tidak konvergen.
“Kita sepakat bahwa konvergensi di seluruh tingkatan wilayah, baik dari provinsi sampai ke desa menjadi sesuatu yang penting.
Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program juga harus dilakukan secara konvergen agar setiap masalah dapat dipecahkan bersama-sama, untuk memastikan bahwa intervensi yang sedang dilakukan sudah tepat sasaran,” tegas Widya.
Untuk itu, dibutuhkan strategi yang tepat dan penajaman kegiatan untuk menjamin pelaksanaan percepatan penurunan stunting berlangsung dengan baik.
“Saya juga berharap kegiatan Monev percepatan penurunan stunting dapat memberikan umpan balik bagi kebutuhan program, sehingga semua percepatan penurunan stunting akan menuju kepada titik yang sama atau konvergen,” tandas Widya.
Mengakhiri arahannya, tak lupa, Widya menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Inang Parenting serta Pemda Kabupaten Kepulauan Aru yang sudah berusaha dan bekerja keras berupaya Bersama memerangi stunting.
“Kami yakin dengan bekerja sama secara terintegrasi dan konvergen upaya percepatan penurunan stunting dapat terlaksana dengan baik, sehingga apa yang kita harapkan untuk membebaskan anak-anak kita dari stunting dapat tercapai, dengan demikian anak-anak Bumi Jargaria memiliki masa depan yang baik,” tandas Widya.
Editor : Aris Wuarbanaran