Perwakilan Kedutaan AS Kunjungi Komunitas Ukulele, Tulalessy : Kita Harap Bisa Dapat Donasi Lagi

by -20 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Perkembangan musik tradisional ukulele mulai merambah ke berbagai negara,bahkan publik negara adikuasa Amerika Serikat (AS) sangat tertarik dengan ukulele.Hal itu terlihat saat Perwakilan Kedutaan AS berkesempatan hadir di Universitas Pattimura (Unpatti) untuk bermain ukulele dengan anak-anak.

“Kita bangga ada perwakilan dari negara Amerika Serikat yang hadir untuk bermain ukulele dengan komunitas-komunitas ukulele di Ambon,”ungkap Founder AUKC,Nicho Tulalessy kepada N25NEWS id,di Ambon,Kamis (27/10/2022).

Dikatakannya,kehadiran Mr Ric dengan membawa ukulele dari Amerika Serikat dengan model berbeda,maka sudah barang tentu anak-anak akan melihat hal yang berbeda pula.Olehnya,jenis ukulele modern akan menghadirkan mesik yang lebih berwarna.

“Jujur boleh saya katakan bahwa sebenarnya kita sangat beruntung.Pasalnya,kehadiran Mr Ric juga mengajarkan anak-anak lagu-lagu berbahasa Inggris dan sebaliknya kita mengajarkan lagu Ambon,salah satunya lagi Bulan Pake Payong,”ujar Nicho Tulalessy.

Selain itu,Nicho Tulalessy mengatakan,setiap wisatawan berkunjung harus betul-betul mendapat sambutan hangat dari orang Ambon.Akan tetapi,poin penting dalam pertemuan dengan Mr Ric adalah hubungan ini ada manfaatnya yakni ada konektivitas dengan publik AS,baik itu perusahaan yang bisa support ukulele.

“Banyak anak-anak kita di pulau-pulau sangat ingin bermain ukulele,namun mereka tidak punya akses.Jadi,memang kita sangat harap ada dukungan dari pemerintah AS,setelah kunjungan dari Mr Ric,”jelasnya.

Sebelumnya,kata Nicho Tulalessy pada bulan September lalu pihaknya mendapat donasi,dalam hal ini 90 buah ukulele dari salah satu perusahaan di Negeri Paman Sam Adapun,dia katakan,pertemuan ini bukan hanya dengan komunitas ukulele di Amahusu saja,namun anak-anak di Maluku secara umum.

“Jadi anak-anak yang berkumpul itu ada dari Kudamati, Bere-Bere, Benteng, Amahusu dan sangat luar biasa ada juga dari Mardika,dimana mereka berkumpul sebagai anak-anak Maluku,”paparnya.

Adapun, dampak dari bermain ukulele sangat positif,karena dengan bermain ukulele, anak-anak telah melestarikan budaya, selamatkan anak-anak dari candu gedget dan terus mempertahankan budaya di Maluku.

“Saya minta kekayaan musik tradisional ukulele ini tetap dikembangkan, dan terus berkarya,”ucap Nicho Tulalessy.

Sementara itu,Mr Ric mengatakan kegiatan ukulele sungguh luar biasa,karena bukan saja anak-anak dilibatkan,namun ada komunitas dan semangat mereka ini patut diapresiasi.

“Untuk itu,saya berharap anak-anak terus belajar,berbagi dan tetap menikmati bermain musik ukulele,karena hari ini bisa sangat baik untuk mereka kedepan, saudara-saudara mereka dan untuk masa depan mereka,”pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *