AMBON,N25NEWS.id-Pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku dan Pemkab Maluku Tengah,tidak tinggal diam terhadap dampak yang ditimbulkan akibat konflik masyarakat di Negeri Morella dan Hitumessing.
Akibatnya,sejumlah rumah masyarakat pada kedua negeri mengalami kerusakan
dan memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.
Dalam keterangan pers di lantai II kantor Gubernur Maluku,Kamis (5/3/2026), Lewerissa menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut dan memastikan
dalam waktu dekat, perbaikan rumah warga yang terdampak akan segera dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah.
Gubernur mengatakan pemerintah daerah telah melakukan pertemuan dengan warga, raja, serta unsur terkait untuk meredam situasi.
Pertemuan lanjutan dijadwalkan dengan Raja Morella guna mendorong dialog dan rekonsiliasi.
“Kita berharap ada perdamaian permanen di antara kedua negeri. Semua tindakan di lapangan harus segera diakhiri,” tegasnya.
Menurut Lewerissa, konflik sosial tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mengganggu harmoni antar warga.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menata hubungan ke depan dengan saling menghormati dan menaati hukum.
Pemerintah menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum sesuai mekanisme yang berlaku.
Pemprov Maluku berharap langkah pemulihan fisik yang dibarengi dengan dialog damai dapat menjadi awal penyelesaian permanen, sehingga masyarakat Morella dan Hitumesing dapat kembali hidup berdampingan secara aman dan harmonis.(**)