AMBON,N25NEWS.id-Pemerintah kota (Pemkot) Ambon hari ini menerima bantuan satu unit mobil dari Bank Maluku dan Maluku Utara dan sertifikat Hak atas Kekayaan Intelektual, khusus terkait dengan karya cipta di Kota Ambon.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai kota Ambon,Senin (23/6/2025).
Walikota Ambon,Boedewin Wattimena mengatakan,bantuan mobil ini merupakan jawaban atas permintaan masyarakat atas perlunya alat transportasi pelajar di Negeri Hukurila,guna mengangkut mereka yang bersekolah di Negeri Ema dan Negeri Hutumuri.
“Pasca itu ,pemerintah kota menyurati Bank Maluku dan Maluku Utara untuk bantuan dalam bentuk CSR untuk membantu mereka dan hari ini terpenuhi,”terangnya.
Selain itu, ini juga bentuk kepedulian bank plat merah tersebut guna peningkatan kualitas pendidikan di ibu kota provinsi Maluku ini.
Nantinya, bantuan mobil ini akan diserahkan ke Pemerintah Negeri Hukurila,khusus untuk angkutan pelajar dan bersiaga di kantor Negeri untuk mengantar- jemput para pelajar tersebut.
Sementara itu, perwakilan Bank Maluku- Maluku Utara ,Dona Siahainenia mengatakan,bantuan ini merupakan wujud kepedulian pihaknya terhadap akses pendidikan khususnya pelajar.
“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua,” harapnya.
Ditempat yang sama,
Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak asasi Manusia provinsi Maluku,Saiful Sahri mengatakan,hak cipta menjadi instrumen penting untuk melindungi hasil karya intelektual.
“Pendaftaran hak cipta bukan hanya formalitas administrasi,melainkan pengakuan negara terhadap eksistensi dan kepemilikan sah atas karya cipta seseorang,”ungkapnya.
Dikatakannya,ini merupakan hasil kerja sama,kolaborasi serta sinergitas pemerintah daerah Kanwil Hukum dan Ham Maluku ,para musisi dan seniman di kota Ambon.
Sertifikat ini dikeluarkan oleh Dirjen kekayaan Intelektual kementrian hukum dan Hak asasi manusia,untuk kawasan berbasis kekayaan intelektual dengan kategori,kawasan karya cipta.
Walikota Ambon Boefewin Wattimena mengatakan,pentingnya menjaga dan melindungi hak kekayaan intelektual yang merupakan apresiasi Negara kepada warganya.
Dirinya berharap dengan seluruh warga kota dapat berinovasi dengan menciptakan sesuatu yang istimewa,karna branding kota Ambon yakni,City of music.
“Karena itu, pemusik dapat menghasilkan sesuatu karya cipta dan doa terlindungi,” tukasnya.(**)